KEDIRI, SJP – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) HIMAPINNO Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri terus menunjukkan progres signifikan dalam program pemberdayaan masyarakat, di Desa Toyoresmi, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Mengusung tajuk PIJAR RAYA atau Program Integrasi Jagung Akselerasi Rakyat Rintisan Agribisnis Yang Andalan, Program yang telah berjalan sekitar 80 persen ini berfokus pada pengembangan potensi jagung lokal menjadi produk-produk bernilai ekonomi, sekaligus membangun sistem tata kelola usaha yang lebih modern bagi warga desa.
Melalui pendampingan intensif, tim mahasiswa berhasil menciptakan lima produk unggulan yang kini disiapkan menuju tahap komersialisasi. KRIPTOR (Keripik Tortilla Jagung) hadir sebagai camilan olahan jagung bercita rasa gurih, KaMi Craft memanfaatkan limbah jagung menjadi kerajinan dekoratif bernilai jual, sementara Toyo Tea mengolah rambut jagung menjadi minuman teh herbal.
Tidak hanya produk fisik, tim juga mengembangkan SIPPETO (Sistem Pencatatan Penjualan Toyoresmi), sebuah sistem pencatatan penjualan digital untuk membantu pelaku UMKM mengelola transaksi secara lebih rapi dan transparan. Selama program berjalan juga tercipta produk olahan baru inovasi masyakarat yaitu Kerupuk Jagung Lokal, yang menjadi bukti peningkatan indikator program.
Ketua Tim PPK Ormawa PIJAR RAYA, Ariska Sherly menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong kemandirian ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum tergarap optimal.
“Lima produk yang lahir dari program ini bukan sekadar produk uji coba, melainkan hasil kolaborasi panjang antara mahasiswa, dosen pendamping, dan masyarakat Desa Toyoresmi demi mewujudkan Desa Wirausaha Jagung Toyoresmi yang berkelanjutan,” ujarnya, Minggu, (06/09/2026).
Sebagai tahap selanjutnya, tim PIJAR RAYA tengah mempersiapkan pelaksanaan lokakarya yang akan menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus audiensi bersama antara mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah desa, dan para mitra program. Lokakarya ini diharapkan menjadi titik penting menuju keberlanjutan program pasca-pendampingan mahasiswa berakhir.
Selama program ini, para mahasiswa didampingi dosen pendamping Restin Meilina, M.M., yang secara konsisten membimbing tim mahasiswa dalam merancang strategi program maupun memastikan keberlanjutan produk yang dihasilkan sesuai kebutuhan masyarakat sasaran. Tim Support System PT juga turut memberikan dukungan serta pendampingan incash maupun inkind terhadap Tim Pelaksana.
Dukungan juga datang dari berbagai mitra internal, termasuk Pemerintah Desa Toyoresmi yang dipimpin Kepala Desa Gatot Siswanto, serta Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pijar Karya yang menjadi wadah bagi warga dalam menjalankan usaha bersama hasil program.
Selain mitra internal, program PIJAR RAYA turut menggandeng sejumlah mitra eksternal untuk memperkuat aspek produksi, pemasaran, dan jaringan usaha. Di antaranya PT Infinity Kastem, GTT Toyoresmi, serta Komunitas UMKM Kelud Mandiri yang diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas bagi produk-produk hasil olahan warga Desa Toyoresmi.
Dengan capaian yang telah diraih sejauh ini, program PIJAR RAYA menjadi salah satu contoh konkret bagaimana sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pelaku usaha dapat menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah Kediri. (*)
Editor: Danu

