Site icon Kabar Jatim

Bukukan Rp 11.498,30 Miliar, Berikut Sektor Dominan Penyumbang Pajak di Wilayah Kerja KPPN Kediri

KEDIRI, SJP – Secara total sampai dengan Juli 2026, Perpajakan menyumbangkan sebesar Rp 11.498,30 miliar dalam sisi penerimaan APBN Kediri Raya. Sementara PNBP sebesar Rp317,27 miliar.

KPP Pratama Kediri yang membawahi wilayah Kota Kediri sampai dengan Juli 2026 membukukan penerimaan sebesar Rp168,47 miliar atau 56,93% dari target tahun 2026, ekspansi sebesar 12,24% YoY.

Masih didominasi oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor dengan sumbangan sebesar 29%, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 28% dan Pejabat Negara, Karyawan, Pensiunan, Tidak/Belum Bekerja sebesar 19%.

Selanjutnya sektor Transportasi dan Penyimpanan menyumbang sebesar 7%, dan aktivitas Kesehatan Manusia dan Aktivitas Sosial sebesar 6%, dan sisanya diisi oleh lainnya.

KPP Pratama Pare dengan wilayah Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk membukukan penerimaan sebesar Rp482,41 miliar atau 44,22% dari target tahun 2026, dengan pertumbuhan plus 18,8%.

Sektor paling dominan diisi oleh Industri Pengolahan sebesar28,47%, Pedagangan Besar dan Eceran sebesar 27,87%, Administrasi Pemerintahan 22,13%, dan lainnya.

Pertumbuhan masing-masing jenis pajak juga mengalami ekspansi sedangkan jenis Pajak Lainnya dikecualikan mengingat di dalamnya terdapat realisasi yang merupakan deposit pajak.

KPP Pratama Tulungagung dengan wilayah kerja Kab. Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek, dimana yang menjadi wilayah kerja KPPN Kediri adalah Kabupaten Trenggalek, sampai dengan Juli 2026 membukukan penerimaan sebesar Rp388,59 miliar atau 46,11% dari target tahun 2026 (terdiri dari Kab. Tulungagung sebesar Rp328,82 miliar dan Kab. Trenggalek sebesar Rp 59,77miliar).

Lima sektor dominan penyumbang pendapatan bagi KPP Pratama Tulungagung, Administrasi Pemerintahan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 29 %, Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 17,28%, Industri Pengolahan yakni sebesar 9,07%, Pejabat Negara, Pensiunan, Karyawan, Tidak/Belum bekerja sebesar 4,15% dan konstruksi sebesar 1,62%, sisnya ada di sektor lainnya.

Berbeda dengan dengan KPPN Pratama Kediri dan KPP Pratama Pare, sektor Industri Pengolahan masuk 5 besar penyumbang pendapatan di Juli 2026 ini.

“KPPBC TMC Kediri telah mencapai 72,13% dari target tahun 2026, dengan rincian Bea Masuk membukukan sebesar Rp2,01 miliar (116,4%) dan Cukai sebesar Rp10.876,77 miliar (72,13%),” jelas Kepala KPPN Kediri, Moch. Izma Nur Choironi, Senin, (31/08/2026). 

Sementara itu, dari sisi belanja, Belanja Pegawai terserap sebesar Rp731,43 miliar, Belanja Barang sebesar 356,94 miliar, dan Belanja Modal sebesar Rp 47,13 miliar. Sedangkan Belanja Bantuan Sosial yang dimiliki oleh UIN Syekh Wasil sama sekali belum ada penyerapan.

Dari sisi serapan wilayah, Kabupaten Trenggalek mencatat serapan tertinggi sebesar Rp170,53 miliar (11,75%), disusul Kabupaten Kediri sebesar Rp231,92 miliar (11,24%), Kabupaten Nganjuk sebesar Rp195,11 miliar (10,36%), dan Kota Kediri sebesar Rp147,86 miliar (10,15%).

Belanja Transfer ke Daerah secara YoY mengalami kontraksi sebesar 15,25%. Dana Bagi Hasil terserap sebesar Rp 145,14 miliar, Dana Alokasi Umum sebesar Rp 2.448,41 miliar, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp 4,03 miliar. Dana Alokasi Khusus Non-Fisik sebesar Rp257,94 miliar, sedangkan Insentif Fiskal yang diberikan kepada daerah dengan prestasi kinerja tertentu belum ada realisasi dan Dana Desa sebesar 257,94 miliar.

“Pada APBN Kita yang disampaikan oleh Menteri Keuangan capaian belanja secara nasional sebesar 43,1% dari APBN, sedangkan wilayah Kediri Raya telah merealisasikan sebesar 61,4% atau sebesar Rp4.642,94 miliar,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

Exit mobile version

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>