Site icon Kabar Jatim

Dorong Ekonomi Daerah, BI Kediri Perkuat Kapasitas dan Akses Pasar Ekspor UMKM

KEDIRI, SJP — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri terus mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan maupun mitranya untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. 

Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian program penguatan kapasitas usaha, digitalisasi, hingga fasilitasi pembiayaan dan pemasaran ekspor.

Upaya tersebut ditunjukkan lewat keterlibatan aktif KPwBI Kediri dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing.”

Plh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Deasi Surya Andarina menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan mencakup berbagai sektor unggulan di wilayah Mataraman, mulai dari kopi, pangan olahan, perikanan, gula aren, hingga wastra dan kerajinan.

“UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri terus didorong menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui serangkaian program penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas dan nilai tambah produk, digitalisasi, perluasan akses pasar, hingga fasilitasi pembiayaan dan ekspor,” ujar Deasi, Ahad (23/8/2026).

Sebagai bagian dari rangkaian Road to KKI 2026, KPwBI Kediri sebelumnya telah menggelar Karya Kreatif Mataraman x Digital Mataraman Festival (KKM x DIGIMAFest) di Taman Hijau Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, pada 26–28 Juni 2026. 

Ajang yang diikuti 71 UMKM unggulan dari 13 kabupaten/kota tersebut berhasil mencatatkan transaksi offline dan online lebih dari Rp500 juta.

Tidak hanya itu, sepanjang penyelenggaraan Road to KKI, KPwBI Kediri mencatatkan fasilitasi business matching ekspor komoditas gula aren, kopi, dan kerajinan senilai Rp4,078 miliar, serta business matching pembiayaan mencapai Rp7,69 miliar.

Pada puncak KKI 2026, sebanyak 11 UMKM asal wilayah kerja BI Kediri berpartisipasi secara online, di antaranya Arbilest Kopi (Blitar), Yoris dan Alsafood (Pacitan), Mugo dan Adia Bag (Kota Kediri), Alya Batik (Trenggalek), Batik Murni (Madiun), Swarnabhumi (Nganjuk), Batik Satrio Manah dan Batik Gama (Tulungagung), serta Awicho (Ngawi).

Sementara itu, Swarnabhumi dan Batik Alya tampil langsung (offline), serta Mugo dan Gula Aren Temon berpartisipasi dalam pameran produk (showcase). Sejumlah UMKM tersebut juga berkesempatan menjajaki peluang pasar global melalui temu bisnis dengan para pembeli dari luar negeri.

Penjabat Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan berfokus pada tiga aspek utama.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” tutur Destry saat membuka KKI 2026. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Exit mobile version

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>