Site icon Kabar Jatim

Gempa M 4,4 Guncang Pacitan, Getaran Terasa Hingga Malang

PACITAN, SJP — Dini hari yang tenang di Jawa Timur mendadak terusik oleh guncangan bumi. Gempa tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,4 mengguncang wilayah selatan Pacitan, Kamis (3/9/2026) tepat pukul 03.52 WIB.

Meskipun berpusat di dasar laut, karakter guncangannya yang tergolong gempa dangkal membuat getarannya merambat luas. Fenomena ini mengejutkan warga di lima kabupaten di Jawa Timur yang sebagian besar masih terlelap.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa titik gempa berada di laut, sekitar 94 kilometer arah selatan Pacitan, dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer. Kedalaman yang dangkal inilah yang memicu getaran cukup kuat hingga terasa di dalam rumah.

Dampak getaran paling kuat dirasakan oleh warga di pusat wilayah Pacitan. Berdasarkan parameter BMKG, wilayah ini mencatat skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).

Getaran skala III MMI ini dirasakan nyata oleh orang-orang yang berada di dalam bangunan. Rasanya mirip seperti ada kendaraan berat atau truk berukuran besar yang sedang melintas tepat di depan rumah.

Tak hanya berhenti di Pacitan, getaran gempa merambat hingga ke wilayah pesisir selatan dan kawasan sekitarnya. Empat daerah lain yakni Lumajang, Blitar, Malang, hingga Tulungagung merasakan guncangan dengan skala intensitas II MMI. 

Pada skala ini, getaran umumnya disadari oleh beberapa orang yang sedang tidak beraktivitas atau berada dalam posisi diam di dalam ruangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai adanya kerusakan fasilitas umum, pemukiman warga, maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Pihak BMKG meminta warga untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengimbau masyarakat untuk menyaring informasi yang beredar dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (3/9/2026).

Pihak BMKG meminta publik untuk selalu memastikan informasi resmi terkait perkembangan gempa bumi dan potensi dampaknya hanya melalui kanal-kanal komunikasi terverifikasi milik BMKG. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Exit mobile version

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>