JEMBER, SJP — Suasana rapat kerja di kompleks kantor Balai Besar Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Jalan Sriwijaya, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berubah menjadi kepanikan mencekam pada Senin (31/8/2026) malam.
Kobaran api secara mendadak melahap gudang penyimpanan barang yang berlokasi di area parkir kompleks perkantoran tersebut.
Berdasarkan rekaman video amatir warga, kobaran api membubung tinggi dari ruangan di sisi kiri kantor.
Banyaknya material mudah terbakar, seperti kayu, membuat api menjalar dengan cepat hingga melalap bagian atap dan genting bangunan. Peristiwa ini sempat menyita perhatian warga serta para pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.
Peristiwa kebakaran terjadi secara mendadak saat jajaran pimpinan dan pegawai tengah melangsungkan rapat kerja di dalam gedung utama.
Kepala Balai Besar TNMB Jember, Wiwid Widodo, menceritakan detik-detik awal munculnya titik api yang memicu kepanikan seluruh personel di lokasi kejadian.
“Tadi saya ada di sini dan beberapa karyawan ada di ruangan rapat. Apinya berasal dari luar ruangan sini di dekat area parkiran itu ada gedung penyimpanan barang tak terpakai. Kami semua langsung panik saat api sudah muncul dan semakin membesar,” kata Wiwid.
Proses pemadaman berlangsung cepat berkat respons sigap tim pemadam. Upaya pemadaman mengerahkan kombinasi armada penanggulangan bencana: 3 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember dan 1 unit truk tangki penyuplai air Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember.
Petugas berhasil mengendalikan dan menjinakkan si jago merah dalam waktu kurang lebih satu jam. Kerusakan fisik terfokus pada struktur bangunan gudang serta barang-barang penyimpanan di dalamnya, dengan perkiraan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Guna mengusut asal-usul munculnya titik api, jajaran kepolisian langsung mengamankan lokasi kejadian seusai pemadaman. Area gudang yang terbakar kini dipasangi garis polisi untuk kepentingan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Sumbersari, Kompol Heri Supadmo, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan proses penyelidikan resmi telah dimulai.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan mendalami penyelidikan untuk mengetahui sumber pasti timbulnya api,” ujar Heri. (*)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries

