Site icon Kabar Jatim

Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Salurkan Manfaat Rp182 Juta

BOJONEGORO, SJP – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro menyalurkan manfaat jaminan sosial kepada peserta dan ahli waris dalam momentum Hari Pelanggan Nasional, Jumat (4/9/2026).

Secara simbolis, manfaat senilai total Rp182 juta diserahkan kepada tiga ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan di Bojonegoro. Selain itu, sekitar 80 peserta dijadwalkan menerima manfaat sesuai program dan hak kepesertaan masing-masing.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro Denny Herliyantono mengatakan, manfaat jaminan sosial tersebut menjadi perlindungan bagi pekerja dan keluarga saat menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia.

“Ini untuk mencegah keluarga jatuh ke kondisi ekonomi yang lebih sulit ketika pencari nafkah mengalami risiko kecelakaan kerja atau meninggal dunia,” ujar Denny.

Tiga ahli waris yang menerima manfaat secara simbolis yakni ahli waris Yahmin, petugas RT/RW di Kecamatan Sukosewu, sebesar Rp42 juta. Kemudian ahli waris Hasyim Muhammad, peserta Damisda Kecamatan Dander, serta ahli waris Atmo, peserta Damisda Kecamatan Trucuk.

Denny berharap manfaat yang diterima tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat dimanfaatkan secara produktif, termasuk sebagai modal usaha.

“Hari ini ada sekitar 80 orang penerima manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan yang akan disalurkan bergantian. Semoga bisa digunakan untuk kegiatan produktif, sebagai modal usaha, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Di Bojonegoro, cakupan perlindungan pekerja juga mendapat dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah. Pada 2026, sekitar 58 ribu pekerja rentan mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan anggaran sekitar Rp16 miliar.

Kelompok yang terlindungi mencakup masyarakat miskin, marbot, RT, takmir, modin, hingga guru yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Anfal (IGRA).

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, perlindungan tersebut penting agar pekerja dan keluarganya memiliki jaminan ketika risiko kerja terjadi.

“Supporting ini menjadi yang tertinggi dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Bojonegoro menjadi kabupaten yang memberikan perhatian dan kepastian jaminan ketenagakerjaan kepada masyarakatnya,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga didorong untuk mendaftarkan diri secara mandiri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, terutama pekerja sektor informal yang belum memiliki perlindungan.

Nurul juga mendorong pekerja seperti tukang kebun dan asisten rumah tangga untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dengan kepesertaan tersebut, risiko yang dialami pekerja diharapkan tidak langsung menjadi beban ekonomi bagi keluarga, karena terdapat manfaat jaminan sosial yang dapat diterima sesuai ketentuan program. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Exit mobile version

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>