PROBOLINGGO, SJP — Kekurangan pasokan air bersih kian membayangi kehidupan harian warga Dusun Krajan RT 003 RW 002, Desa Sumberkramat, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Mengingat krisis yang kian meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menerjunkan bantuan air bersih untuk menyokong kebutuhan dasar masyarakat.
Dampak penurunan debit air tersebut kini mengancam sedikitnya 29 Kepala Keluarga (KK) atau 87 jiwa di lokasi tersebut. Sumber mata air yang selama ini diandalkan warga menyusut drastis hingga tak lagi sanggup menopang konsumsi harian serta kebutuhan sanitasi rumah tangga.
Memasuki pemukiman terdampak, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo bersama personel Polsek Tongas mengantarkan langsung pasokan air ke rumah-rumah warga. Satu unit armada truk tangki berkapasitas 5.000 liter dikerahkan sebanyak dua kali pengiriman hingga total 10.000 liter air berhasil didistribusikan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, mengonfirmasi bahwa rentannya wilayah tersebut terhadap krisis air memicu respon cepat dari pihak pemerintah daerah.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk respons BPBD terhadap warga yang mengalami kekurangan air. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapatkan perhatian, terutama ketika sumber mata air yang tersedia belum mencukupi,” kata Oemar Sjarief.
Oemar menegaskan bahwa pemetaan kawasan terdampak dampak krisis air menjadi prioritas utama agar dampaknya tidak menghentikan aktivitas domestik warga.
“BPBD Kabupaten Probolinggo melalui TRC PB terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Pendataan warga terdampak menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan serta langkah penanganan di lapangan,” jelasnya.
Penyaluran air di wilayah rawan ini berjalan aman dan tertib melalui sinergi ketat antara BPBD, aparat kepolisian, dan perangkat pemerintah Kecamatan Tongas.
Mengingat ketersediaan air tanah yang masih minim di kawasan tersebut, Oemar meminta warga untuk berhemat serta mengantisipasi dampak kekeringan yang berlanjut.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan bantuan air bersih secara bijak. Warga juga diharapkan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun petugas apabila kondisi kekurangan air masih berlangsung,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Probolinggo memastikan pengawasan terhadap wilayah-wilayah rawan kekeringan di Kecamatan Tongas akan terus diperketat guna mengantisipasi langkah intervensi susulan. (*)
Editor: Syaiful Aries

