SIDOARJO, SJP – Niat hati ingin tampil manis dengan cincin di jari, Ahmad Zainudin justru berujung drama. Jari manisnya yang terus berkembang mengikuti berat badan, tak terasa cincin yang dikenakannya menghimpit. Perhiasan tersebut mengunci mati dan menolak dilepas.
Sudah coba ramuan tradisional seperti minyak goreng, sabun cuci piring, hingga pelicin serbaguna gagal total, Ahmad akhirnya menyerah. Dengan wajah pasrah bercampur menahan ngilu, ia mendatangi Pos Unit Sukodono BPBD Sidoarjo pada Senin (03/08/2026) menjelang makan siang.
Penanganan kasus “cinta bertepuk sebelah tangan” antara jari dan cincin ini ternyata tidak main-main.
BPBD Sidoarjo sampai mengerahkan gabungan pasukan khusus dari Regu 4 Pos Sukodono dan Regu 4 Rescue Pos Kota. Peralatan tempur yang disiapkan pun cukup bikin merinding: sebuah gerinda mini.
Ketegangan Berdurasi Satu Jam
Proses pemotongan berlangsung dramatis selama satu jam lebih. Suara ngiiiing dari gerinda yang melayang hanya beberapa milimeter di atas kulit jari korban sukses bikin suasana serasa adegan film thriller. Petugas bertaruh pada ketelitian tangan, sementara Mas Ahmad bertaruh pada ketahanan mentalnya agar tidak panik.
Beruntung, berkat keahlian dan kepresisian tim rescue, cincin bandel tersebut akhirnya menyerah dan terbelah dua tanpa melukai kulit. Jari Ahmad selamat, hanya tersisa bekas lekukan dalam sebagai tanda “kenang-kenangan” dari perhiasan yang terlalu posesif itu. (**)
Sumber: gelorajatim.com
Editor: Danu

