Site icon Kabar Jatim

Pedagang Bendungan Lahor Cemas, Larangan Mobil Melintas Dinilai Ancam Mata Pencaharian

BLITAR, SJP – Kebijakan pelarangan kendaraan roda empat melintas di jalan puncak Bendungan Lahor, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, mulai dirasakan dampaknya oleh para pedagang di sekitar kawasan bendungan. 

Mereka khawatir jumlah pelanggan akan terus berkurang hingga mengancam keberlangsungan usaha.

Salah satunya diungkapkan Sumarni, pedagang ikan segar di sekitar Bendungan Lahor, Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi membuat usahanya semakin sepi karena banyak pelanggan selama ini berasal dari pengendara yang melintas.

“Usaha kami jelas terdampak dengan kebijakan itu. Kami berharap jalan bendungan bisa dilewati mobil kembali. Karena selama ini mereka yang selalu mampir atau berbelanja di tempat saya,” kata Sumarni, Sabtu (1/8/2026).

Kekhawatiran serupa disampaikan Susan, pemilik warung di sekitar Bendungan Lahor. Perempuan yang telah berjualan sejak 2017 itu mengaku kondisi usaha beberapa waktu terakhir sudah mengalami penurunan, bahkan sebelum kebijakan penutupan jalur bagi kendaraan roda empat diberlakukan.

Menurut Susan, situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih membuat daya beli masyarakat menurun. Kini, dengan adanya larangan mobil melintas di jalan puncak Bendungan Lahor, ia khawatir jumlah pembeli akan semakin berkurang.

“Akhir-akhir, jualan sepi. Kalau ditambah mobil tidak boleh lewat jalan disini, kami khawatir jualan tambah sepi,” ujarnya.

Susan menjelaskan, sejak pandemi Covid-19 omzet tokonya terus menurun. Padahal selama ini banyak pengendara dari arah Malang maupun Blitar yang sengaja berhenti untuk beristirahat sambil membeli kopi, rokok, maupun kebutuhan lainnya.

“Jalan ini menjadi jalur alternatif Malang-Blitar. Biasanya banyak orang mampir istirahat beli kopi dan rokok di warung. Kalau mobil tidak boleh lewat, ya pasti pelanggan turun,” tuturnya.

Para pedagang berharap kebijakan tersebut dapat dievaluasi sehingga kendaraan roda empat kembali diperbolehkan melintas di jalan puncak Bendungan Lahor. Mereka menilai keberadaan arus lalu lintas di jalur alternatif tersebut menjadi salah satu penopang utama aktivitas perekonomian warga yang menggantungkan penghasilan dari usaha di sekitar kawasan bendungan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

Exit mobile version

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>