KEDIRI, SJP – Akseptasi sistem pembayaran digital di wilayah kerja Bank Indonesia Kediri terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Hingga Semester 1 tahun 2026 volume transaksi QRIS telah mencapai 118.677.619 transaksi dengan total nominal sebesar Rp4, ,01 Triliun yang didukung oleh 1.027.383 merchant. Jumlah tersebut dipastikan akan masih terus meningkat seiring dengan penetapan “Mall Siap QRIS Tap”pertama di kota Kediri yakni di Kediri Town Square (Ketos).
“Diluncurkan pada tahun 2019, QRIS menjadi standar riasional QR code pembayaran yang menyatukan berbagai penyedia layanan, mulai dari bank hingga fintech. Saat ini, implementasi QRIS Cross Border telah dapat digunakan di enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan China,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, Selasa, (18/8/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya perkenalkan inovasi SIStem pembayaran digital yang memungkinkan masyarakat meIakukan transaksi secara Iebih praktis meIaiui teknologi Near Field Communication (NFC) di pusat perbelanjaan karena merupakan salah satu lokasi strategis untuk memperluas adopsi pembayaran digital dengan tingkat transaksi berfrekuensi tinggi.
Penetapan “Mall Siap QRIS Tap”pertama di kota Kediri sendiri merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional (PQN) yaitu QRIS Carnival (QRISNIVAL) 2026 Bank Indonesia Kediri pada tangga19-16 Agustus 2026 dengan terna “Rayakan Digitalisasi, QRIS-nya Satu, Menangnya Banyak’.
Program ini bertujuan mendorong perluasan ekosistem pembayaran digital serta mein perkenalkan in ovasi terbaru seperti QRIS Tap Experience, dan QRIS Cross Border kepada masyarakat Iuas. Rangkaian PQN 2026 dimulai dengan kegiatan Edukasi Digitalisasi Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen, QRIS Tap Experience, QRIS Cross Border, On Boarding Merchant yang digelar di Kota Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kota Madiun dan Kabupaten Ponorogo kepada masyarakat baik mahasiswa, generasi muda, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat urnum.
Salah satu fokus utama dalam rangkaian PQN ORISNIVAL 2026 adalah mendorong masyarakat untuk semakin cakap digital dan bijak bertransaksi, sehingga peningkatan penggunaan pembayaran dapat diiringi dengan pemahaman yang baik mengenai keamanan transaksi dan pelindungan konsumen.
Selain itu, masyarakat diharapkan menerapkan prinsip PeKA, yaitu Peduli, Kenali dan Adukan. Peduli dalam hal ini, terhadap produk-produk pembayaran yang digunakan dan menjaga keamanan data pribadi, kemudian Keriali berbagai modus penipuan serta tips aman daiam bertransaksi, dan adukan jika menemukan transaksi atau aktivitas yang mencurigakan kepada pihak berwenang.
MeIalui PQN QRISNIVAL 2026 juga menjadi upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, penyedia jasa pembayaran, pelaku usaha, komunitas, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya daiam membangun ekosistem keuangan digital di wilayah kerja Bank Indonesia Kediri sehingga dapat mengakselerasi akseptasi digital yang dapat dirasakan dan dimanfaatkan secara Iuas oleh masyarakat dan pelaku usaha.
“Pelaksanaan PQN seialu dipaketkan dengan HUT Rl karena QRIS merupakan upaya Bank Indonesia untuk memperkuat kedaulatan ekonomi meIalui kedaulatan Sistem Pembayaran. Transformasi sistem pembayaran dimulai seiak peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) pada tahun 2017 sebagai wujud interkoneksi antar switching dan interoperabilitas sistem pembayaran nasional,” pungkas Yayat Cadarajat. (*)
Editor : Rizqi Ardian

