SUARAJATIMPOST.COM – Rangkaian isu krusial mewarnai Jawa Timur selama sepekan terakhir, mulai dari pencoretan 2.493 penerima bansos di Mojokerto akibat terindikasi judi online, mencuatnya reaksi para kiai NU terkait pencatutan nama dalam buku ‘Islam Ala Prabowo’, hingga perkembangan penanganan mahasiswa Kedokteran UB yang jatuh dari lantai 6 serta sorotan kebersihan program Makan Bergizi Gratis di Jombang.
Ribuan Penerima Bantuan Sosial di Mojokerto Dicoret Gegara Terindikasi Judol
Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto mencoret 2.493 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari daftar penerima bantuan sosial pencairan triwulan III. Keputusan penonaktifan ini didasari oleh data penelusuran transaksi keuangan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang terintegrasi dalam sistem SIKS-NG Kemensos karena terindikasi aktivitas judi online. Penilaian dilakukan berbasis Kartu Keluarga (KK), sehingga jika terdapat satu anggota keluarga yang melakukan transaksi judi online, status bantuan untuk seluruh keluarga akan secara otomatis terdampak. Selengkapnya
Buku Berjudul ‘Islam Ala Prabowo’ Ternyata Telah Diprotes Kiai Asep Sejak Awal
Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, memberikan klarifikasi terkait polemik buku berjudul *’Islam Ala Prabowo’* yang viral di media sosial. Kiai Asep menegaskan bahwa sejak awal penyusunan naskah, ia telah menyampaikan keberatan kepada panitia mengenai pemilihan judul tersebut karena dinilai sangat sensitif. Keterlibatannya dalam penulisan buku murni didasari niat dakwah dan kecintaan terhadap bangsa, tanpa ada unsur puja-puji berlebihan kepada presiden. Selengkapnya
Dicatut sebagai Penulis Buku ‘Islam ala Prabowo’, Gus Kautsar Pertanyakan Transparansi dan Etika Penerbit Buku
Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Abdurrahman Kautsar (Gus Kautsar), mempertanyakan transparansi dan etika dari tim penyusun serta penerbit buku berjudul *’Islam ala Prabowo’*. Kekecewaan tersebut dipicu oleh pencatutan nama Gus Kautsar sebagai penulis artikel tanpa konfirmasi atau izin terlebih dahulu, yang juga menuai protes keras dari sang istri, Ning Jazil. Selain permasalahan izin, Gus Kautsar menilai pemilihan diksi judul buku tersebut kurang tepat karena tidak sewajarnya mengasosiasikan ajaran Islam dengan nama tokoh tertentu.
Buku setebal 346 halaman yang diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House pada April 2025 tersebut memuat nama Gus Kautsar pada halaman 318 dengan artikel bertajuk “Dukungan Pesantren untuk Prabowo Subianto”. Buku yang diinisiasi oleh Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua MUI Anwar Iskandar ini bertujuan mengulas relasi keislaman dan kepemimpinan Prabowo Subianto. Selain Gus Kautsar, sejumlah tokoh agama ternama lainnya—seperti TGB Muhammad Zainul Majdi, Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, hingga KH Said Aqil Siradj—juga turut dicatut namanya dalam buku tersebut. Selengkapnya
Masih Dirawat, Mahasiswa Kedokteran UB yang Jatuh dari Lantai 6 Belum Bisa Dimintai Keterangan
Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB) berinisial RR (19) selamat setelah terjatuh dari lantai enam Gedung Fakultas Pertanian pada Kamis (10/9/2026). Peristiwa tersebut bermula saat korban terekam kamera CCTV masuk ke gedung perkuliahan sekitar pukul 08.26 WIB, hingga akhirnya staf kampus menemukan korban tergeletak di area parkir setelah mendengar suara benturan keras pukul 08.50 WIB. Korban yang berada dalam kondisi terluka parah langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan darurat di ruang ICU Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Pihak kepolisian dari Polresta Malang Kota hingga kini masih melakukan investigasi mendalam untuk mengusut latar belakang dan motif insiden tersebut. Karena korban masih menjalani perawatan intensif dan belum memungkinkan untuk diajak berkomunikasi, penyidik belum bisa menggali keterangan langsung. Saat ini, fokus kepolisian tertuju pada analisis rekaman CCTV, pengumpulan barang bukti, serta pemeriksaan saksi-saksi di lokasi guna menyusun kronologi kejadian secara utuh. Selengkapnya
Mahasiswa Kedokteran Malang yang Jatuh dari Lantai 6 Jalani Operasi Kaki dan Wajah
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berinisial RR (19) dilaporkan berada dalam kondisi stabil pasca-menjalani operasi darurat pada bagian kaki dan wajah. Penanganan medis tersebut dilakukan oleh tim dokter Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk menangani trauma fisik berat akibat terjatuh dari lantai enam gedung Fakultas Pertanian. Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Kapuas dengan penanganan gips pada kedua kaki serta beberapa jahitan di area wajah.
Di sisi lain, penyidik dari Polresta Malang Kota belum dapat menggali keterangan langsung dari korban karena masih menunggu persetujuan tim dokter serta kondisi fisik dan mental korban membaik. Polisi terus memperdalam proses penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti, memeriksa sejumlah saksi mata, serta menganalisis rekaman CCTV yang merekam detik-detik kejadian. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menghormati privasi pihak keluarga selama investigasi berlangsung. Selengkapnya
Ada Ulat Pada Menu MBG di Jombang, Pihak SPPG Hingga Korwil BGN Bungkam
program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jombang diterpa isu kurang menyenangkan setelah ditemukannya seekor ulat hijau yang masih hidup merayap di atas lalapan menu makan siang seorang siswa kelas X SMAN Plandaan. Kejadian ini mendadak viral dari rekaman video singkat berdurasi 15 detik yang diambil saat pembagian 591 porsi paket makanan dari penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangsri. Kepala SMAN Plandaan, Siyadi, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa ulat diduga terbawa dari sayuran mentah yang kurang bersih saat pencucian. Pihak sekolah bergerak cepat menindaklanjuti temuan tersebut sehingga porsi yang bermasalah langsung diganti dengan paket baru.
Meskipun sekolah telah mengambil langkah cepat, penanggung jawab SPPG Bangsri terkesan tertutup dan enggan memberikan klarifikasi terkait insiden kebersihan tersebut. Sikap bungkam juga ditunjukkan oleh Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Jombang, Prima Aris, yang tidak memberikan jawaban atas konfirmasi jurnalis mengenai standar pengawasan higienitas katering. Insiden ini menjadi sorotan masyarakat terkait kontrol kualitas dan kebersihan pangan dalam pelaksanaan program MBG di daerah setempat. Selengkapnya (**)
Editor: Danu

