BLITAR, SJP – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar menggelar operasi pasar untuk menekan harga sejumlah kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan pada September 2026.
Operasi pasar digelar di halaman Kantor Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Rabu (2/9/2026).
Kepala Disperindag Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus mengendalikan inflasi di daerah.
“Hari ini kami adakan di wilayah Kecamatan Wlingi. Sebelumnya diadakan di wilayah Kecamatan Srengat. Kami laksanakan bergantian,” kata Darmadi, Rabu (2/9/2026).
Dalam operasi pasar tersebut, Disperindag menyediakan sebanyak 2 ton beras SPHP, 20 karton Minyakita, serta gula pasir untuk masyarakat.
Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual seharga Rp58.000 per kemasan. Sementara Minyakita dibanderol Rp15.700 per liter dan gula pasir Rp16.000 per kilogram.
Harga beras SPHP tersebut lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran yang saat ini masih mencapai lebih dari Rp70.000 untuk kemasan 5 kilogram.
Darmadi mengatakan operasi pasar tersebut terbuka bagi masyarakat umum. Namun, untuk memastikan komoditas dapat dinikmati lebih banyak warga, pembelian diberlakukan pembatasan.
“Ini terbuka untuk umum. Harganya sesuai HET. Untuk pembelian beras dibatasi dua pak per orang dan Minyakita dibatasi dua liter per orang,” ujarnya.
Menurut Darmadi, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok memang cenderung terjadi memasuki September. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi pasokan barang yang mulai berkurang, sementara kebutuhan masyarakat tetap atau bahkan meningkat.
Meski demikian, Disperindag memastikan kenaikan harga sejumlah komoditas masih dalam kondisi terkendali.
Pemerintah juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok di pasar, termasuk kelancaran distribusinya.
“Tapi, secara umum, kenaikan harga beberapa kebutuhan pokok masih terkendali. Kami memastikan semua komoditas sembako tersedia di pasar, termasuk distribusinya lancar,” katanya.
Operasi pasar tersebut langsung dimanfaatkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.
Salah satu warga bernama Yuliasih mengaku membeli gula pasir, minyak goreng hingga beras dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pasaran.
Dengan adanya kegiatan ini, ia mengaku terbantu dengan adanya operasi pasar karena harga beras yang dijual lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
“Harganya lebih murah dibandingkan harga pasaran. Di pasaran, harga beras masih mencapai Rp70.000 per 5 kilogram,” ujar Wiwin.
Ia mengatakan pembelian beras dibatasi maksimal dua kemasan per orang, sedangkan Minyakita maksimal dua liter per orang.
Operasi pasar di Kecamatan Wlingi dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 2-3 September 2026. (*)
Editor : Rizqi Ardian

