KOTA BLITAR, SJP – Bulan Agustus menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha penyewaan kostum di Blitar. Memasuki momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, permintaan kostum karnaval kembali meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satunya dirasakan SRD Management milik Agus Anggoro Triono atau yang dikenal Salim yang berada di Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Bahkan, dibandingkan tahun lalu, jumlah kostum yang disewa untuk berbagai kegiatan karnaval tahun ini mengalami peningkatan hingga sekitar 70 persen.
Salim mengatakan, geliat penyewaan kostum sebenarnya sudah mulai terasa sejak Juli. Tren tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga September mendatang, seiring banyaknya agenda karnaval di berbagai daerah.
“Alhamdulillah seperti tahun lalu, bulan Agustus banyak penyewa. Tahun ini meningkat sekitar 70 persen dibanding tahun sebelumnya, hampir dua kali lipat,” ujar Salim, Rabu (12/8/2026).
Menariknya, tren kostum yang diminati tahun ini mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya kostum dengan aksesori sayap banyak dicari, kini peminatnya disebut menurun drastis.
Sebaliknya, konsep art wear, terutama kostum bertema raja dan ratu, justru semakin diminati. Kostum karnaval tanpa sayap dengan konsep karakter yang kuat menjadi salah satu pilihan yang banyak dipesan.
“Kalau tahun ini trennya lebih ke art wear, raja-ratuan, karnaval tapi tanpa sayap. Untuk peminat sayap menurun drastis, akhirnya dialihkan ke model raja dan ratu,” jelasnya.
Tak hanya sekadar tampil mewah, sejumlah penyewa bahkan datang dengan konsep yang matang. Mereka membawa cerita dan karakter tertentu, meski kostum tersebut nantinya digunakan dalam karnaval tingkat desa.
Menurut Salim, konsep semacam itu justru menjadi bagian yang paling menyenangkan bagi timnya. Sebab, proses pembuatan kostum menjadi lebih terarah dan hasil akhirnya bisa lebih maksimal.
“Yang paling keren itu ketika mereka punya konsep. Meskipun hanya karnaval desa, tapi punya konsep, ada ceritanya, temanya adat apa. Itu yang membuat kita senang, karena kalau kerja senang, hasilnya juga bagus,” ungkapnya.
Tema adat dan cerita rakyat menjadi salah satu konsep yang cukup banyak digarap. Salah satunya konsep Lembu Suro, lengkap dengan karakter raja, ratu hingga para punggawa.
Selain melayani masyarakat umum, SRD Management juga masih dipercaya menangani kebutuhan kostum dari berbagai instansi dan sekolah. Salah satunya untuk gelaran BEN Carnival di Kota Blitar yang akan berlangsung pada akhir Agustus 2026.
Untuk ajang tersebut, jumlah kostum yang masuk tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 600 kostum, meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di kisaran 400 kostum.
“Kalau di titik BEN Carnival, tahun lalu sekitar 400-an kostum. Tahun ini sudah masuk 600-an kostum dan kemungkinan masih bisa bertambah,” katanya.
Salim mengaku penyewa kostum SRD Management tidak hanya berasal dari wilayah Blitar Raya. Sejumlah pelanggan juga datang dari Malang, Madura hingga Trenggalek.
Sementara untuk tarif, harga sewa kostum standar dibanderol mulai Rp100 ribu. Sedangkan kostum khusus karnaval dengan konsep dan detail lebih kompleks berada di kisaran Rp350 ribu hingga Rp1 juta.
Salim berharap tren karnaval dan meningkatnya minat terhadap kostum berkonsep dapat terus menjadi peluang bagi pelaku usaha kreatif di daerah.
“Yang penting kami menyesuaikan dengan request dan konsep dari penyewa. Kalau konsepnya jelas, kita juga lebih mudah mengembangkan kostumnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian

