JEMBER, SJP — Euforia kemeriahan karnaval perayaan kemerdekaan berubah menjadi duka bagi warga Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.
Pesta rakyat yang sejatinya diwarnai dentuman keras sound horeg justru merenggut nyawa salah satu krunya akibat kelalaian.
Korban berinisial ZA (29) mengembuskan napas terakhir setelah kepala terbentur keras pembatas jalan atau gapura saat menumpang di atas tumpukan sound yang diangkut truk.
Insiden tragis ini bermula pada Ahad (2/8/2026) sore, usai rombongan selesai memeriahkan karnaval di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji. Setelah lelah bertugas, kendaraan pengangkut sound bergerak pulang.
ZA yang diduga terlelap karena kelelahan, duduk di atas susunan sound yang menjulang tinggi di bak truk. Saat truk melintas di bawah gapura, korban tidak sempat menghindar.
Pelaksana Harian (Plh) Kapolsek Arjasa, Ipda Mustaqiem Romli, membenarkan kronologi tragis tersebut.
“Informasi dari yang kami peroleh di lapangan, korban diduga tertidur di atas sound system saat kendaraan pengangkut sound melintas melewati gapura, korban terbentur hingga mengalami luka fatal,” ungkap Ipda Mustaqiem saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026) sore.
Rekaman video amatir pascakejadian sempat beredar luas di media sosial. Video memperlihatkan kondisi korban yang tergeletak memprihatinkan di atas tumpukan sound dengan luka berat di bagian kepala sebelum akhirnya dievakuasi ke puskesmas terdekat.
Mendapat laporan insiden, kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polres Jember untuk olah tempat kejadian perkara. Namun, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melanjutkan perkara ini ke proses hukum.
Keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah murni dan memilih segera membawa pulang jenazah ZA untuk dimakamkan secara layak.
Tragedi ini menjadi peringatan bagi para pengusaha maupun kru sound horeg yang kerap mengabaikan keselamatan demi pertunjukan. Kepolisian mengingatkan agar euforia perayaan HUT ke-81 RI tidak diwarnai aksi membahayakan nyawa.
Mustaqiem mengimbau masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan selama rangkaian perayaan HUT Ke-81 kemerdekaan RI.
Warga diminta tidak memodifikasi kendaraan secara berlebihan, mengangkut muatan melebihi kapasitas, maupun menaiki bagian atas kendaraan pengangkut sound system demi mencegah terulangnya kejadian serupa.
“Kami berharap masyarakat lebih mengedepankan keselamatan sehingga kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries