Gudang Mebel di Ngawi Terbakar, Kerugian Tembus Rp 1,3 Miliar

NGAWI, SJP – Impian besar Suwardi untuk memperluas jangkauan bisnis hingga ke kancah internasional harus berhenti seketika di tengah jalan. 

Tepat dua hari sebelum jadwal pengiriman ekspor perdana ke Swedia, musibah besar meluluhlantakkan usahanya. Gudang pengolahan kayu milik UD Wuri Lestari yang terletak di Desa Jenggrik, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ludes dilalap si jago merah pada Ahad (13/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Peristiwa nahas ini tidak hanya menghanguskan seluruh bangunan fisik gudang, tetapi juga melenyapkan seluruh produk mebel siap kirim yang bernilai tinggi. 

Suasana malam di area sekitar gudang yang semula tenang seketika berubah mencekam ketika kepulan asap tebal dan lidah api pertama kali disadari oleh para pekerja yang masih berada di lokasi.

Kepanikan langsung melanda ketika seorang karyawan mendapati titik api mulai membesar di bagian dalam bangunan penyimpanan. Tanpa menunggu waktu lama, pekerja tersebut berlari menemui pemilik usaha untuk melaporkan situasi darurat yang mengancam keselamatan dan aset perusahaan.

“Saya dikasih tahu karyawan, kalau ada api yang berasal dari gudang,” ungkap Suwardi.

Mendengar kabar buruk itu, Suwardi bersama para pekerjanya bergegas menuju titik api dan berupaya memadamkan kobaran secara manual. Berbekal peralatan seadanya serta ember berisi air, mereka mencoba melumpuhkan api agar tidak meluas ke area lain.

Kendati demikian, upaya heroik tersebut tidak membuahkan hasil memuaskan. Material bangunan yang didominasi unsur kayu serta tumpukan bahan baku kayu jati yang mudah terbakar membuat api merambat dengan sangat cepat. Dalam tempo singkat, amukan si jago merah sudah tidak terkendali dan melahap seluruh isi bangunan.

“Kami berusaha memadamkan api, tetapi tidak berhasil, api terlanjur membesar,” jelas Suwardi. 

Situasi semakin memukul mental pemilik usaha mengingat di dalam gudang tersebut tersimpan puluhan set mebel berkualitas ekspor. Seluruh produk mebel itu telah melewati tahap pengemasan akhir dan dijadwalkan untuk diberangkatkan menuju negara Swedia pada Selasa, 15 September 2026. Impian menembus pasar Eropa yang sudah berada di depan mata kini musnah tersapu abu.

Menyadari besarnya ancaman kebakaran yang dapat merembet ke pemukiman warga sekitar, pihak manajemen segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngawi. Tak lama berselang, pemerintah daerah mengerahkan tiga unit armada mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian untuk melakukan sterilisasi area.

Petugas pemadam kebakaran langsung berjibaku melakukan penyemprotan intensif dari berbagai sisi guna melokalisasi api. Setelah berjuang selama kurang lebih dua jam di bawah tekanan tinggi, petugas akhirnya berhasil menjinakkan seluruh titik api dan melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang tersisa.

Berdasarkan hasil pendataan sementara, insiden ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka-luka karena para pekerjanya sigap menyelamatkan diri saat api mulai membesar. Kendati demikian, kerugian finansial yang harus ditanggung oleh pemilik usaha terbilang sangat masif.

Suwardi merinci bahwa kerugian tersebut mencakup dua elemen utama, yakni kerusakan fisik bangunan serta musnahnya seluruh komoditas dagang berstandar internasional yang siap muat.

“Barang yang terbakar nilainya sekitar Rp 1 miliar. Termasuk bangunan gedung juga habis terbakar, nilainya sekitar Rp 300 juta,” pungkas Suwardi.

Hingga kini, pihak berwenang dari kepolisian sektor setempat masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan mendalam untuk memastikan pemicu utama kebakaran. Berdasarkan penuturan awal di lapangan, muncul dugaan kuat bahwa musibah ini dipicu oleh kelalaian sepele berupa puntung rokok yang dibuang sembarangan di sekitar area penyimpanan bahan mudah terbakar. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>