JOMBANG, SJP – Ratusan keluarga di Desa Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah. Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat total 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
Penyaluran perdana bantuan tersebut dilakukan di Balai Desa Krembangan, Jumat (14/8/2026).
Pimpinan Cabang Perum Bulog Mojokerto Mohammad Husin mengatakan, bantuan pangan beras merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Perum Bulog berdasarkan penugasan Badan Pangan Nasional.
“Program ini diposisikan sebagai langkah stimulasi dari pemerintah untuk meringankan beban pengeluaran, terutama pada semester dua tahun 2026,” kata Husin.
Ia menjelaskan, beras yang disalurkan berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan. Karena penyaluran mencakup tiga bulan, penerima memperoleh total 30 kilogram atau tiga sak beras.
Beras yang dibagikan merupakan beras kualitas medium sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Di Kabupaten Jombang, bantuan tersebut menyasar 209.646 KPM. Sementara di Kecamatan Gudo terdapat 9.046 KPM penerima. Khusus Desa Krembangan, jumlah penerima mencapai 528 KPM.
Husin menegaskan, data penerima ditetapkan pemerintah pusat berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.
“Penyaluran bantuan di Kabupaten Jombang dimulai pada hari pelaksanaan dan direncanakan berlangsung sampai 30 September,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan tidak dijual kembali.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jombang Bambang Suntowo mengatakan, bantuan pangan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan, menangani kerawanan pangan, serta menjaga stabilitas harga pangan.
“Saya berharap penyaluran bantuan ini dapat berjalan dengan tertib, lancar, dan tepat sasaran,” kata Bambang.
Kepala Desa Krembangan Kusnan turut mengapresiasi penyaluran bantuan kepada 528 KPM di wilayahnya. Ia berharap beras tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima.
“Bantuan ini sifatnya untuk membantu kehidupan, bukan berarti setelah mendapat bantuan kemudian selalu mengharap bantuan,” pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries