Alun&Alun Kota Malang Jadi Venue Road to Festival Mbois 11, Hadirkan Seni dan Kreativitas

MALANG, SJP – Semangat kreativitas Kota Malang mulai terasa di ruang publik. Alun-Alun Kota Malang menjadi titik awal Road to #2 Festival Mbois 11: Malang Menyala 2026, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Mbois 11 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana pada 21–23 Agustus 2026.

Ketua Pelaksana Festival Mbois 11, Gedeon Soerja, menjelaskan bahwa Alun-Alun Kota Malang sengaja dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu ikon ruang publik Kota Malang.

Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan media art kepada masyarakat secara lebih dekat. Ruang publik tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ruang ekspresi dan apresiasi karya seni.

“Ini adalah bagian dari social movement kami. Kami ingin mengangkat klaster media art sebagai kekuatan kreatif Kota Malang,” ujar Gedeon.

Sejumlah titik di sekitar Alun-Alun Kota Malang turut dimanfaatkan untuk menampilkan karya seniman media art. Bahkan, kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sebelumnya kurang mendapat perhatian ditata kembali menjadi ruang untuk instalasi dan display karya kreatif.

Gedeon menyebut langkah tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin disampaikan Festival Mbois 11, bahwa karya seni dapat hadir di tengah masyarakat tanpa harus berada di ruang pamer konvensional.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ruang publik bisa dihidupkan kembali melalui seni. Masyarakat bisa melihat karya, berdiskusi dengan seniman, dan merasakan bahwa seni tidak harus eksklusif,” katanya.

Road to Festival Mbois 11 selanjutnya dijadwalkan berlanjut pada 15 Agustus 2026 melalui agenda mural kolaboratif di kawasan barat Alun-Alun Kota Malang. Para muralis Kota Malang dilibatkan melalui mekanisme open call dengan dukungan material dari sponsor.

Rangkaian kampanye festival juga terus dilakukan setiap akhir pekan. Kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu titik kegiatan pada Sabtu, sementara Car Free Day dimanfaatkan pada Minggu untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Tidak berhenti pada media art, Festival Mbois 11 turut membuka ruang bagi berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari literasi, musik, seni visual hingga UMKM.

Nuansa literasi juga hadir dalam kegiatan pembuka. Sejumlah seniman membacakan puisi dengan tema Stadion Gajayana sebagai bentuk ekspresi dan simbol keterikatan masyarakat terhadap salah satu ruang bersejarah di Kota Malang.

Dukungan terhadap pengembangan ekosistem kreatif tersebut juga datang dari sektor perbankan. BRI Area Head Malang, Omang Solehudin, menyampaikan kesiapan BRI untuk menjadi bagian dari kolaborasi penguatan ekonomi kreatif di Kota Malang.

“Malang bukan hanya sebuah kota, tetapi sebuah ekosistem yang memiliki energi kreatif luar biasa. Kegiatan seperti Festival Mbois menjadi ruang kolaborasi, pertukaran gagasan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Omang.

Ia menilai semangat “Malang Menyala” dapat dimaknai lebih luas sebagai dorongan agar kreativitas masyarakat terus berkembang dan menghasilkan nilai ekonomi.

Festival Mbois 11 pun diarahkan menjadi ruang temu berbagai elemen, mulai seniman, komunitas, pelaku UMKM, pegiat literasi, musisi, pemerintah hingga dunia usaha.

Melalui rangkaian Road to Festival Mbois 11, geliat kreativitas tersebut diharapkan terus tumbuh hingga puncak kegiatan di Stadion Gajayana pada 21–23 Agustus 2026.

Dengan begitu, semangat Malang sebagai kota kreatif berbasis media art tidak hanya terlihat dalam sebuah festival, tetapi juga hadir dalam aktivitas masyarakat dan ruang-ruang publik kota. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>