MALANG, SJP – Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan besar terhadap pola masyarakat dalam memperoleh dan menyebarkan informasi.
Di tengah arus digital tersebut, Kapolres Malang AKBP Rulian Syauri mendorong media dan masyarakat memperkuat literasi informasi untuk membangun ruang publik yang sehat dan berintegritas.
Pesan itu disampaikan Rulian saat bersilaturahmi bersama puluhan awak media di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (14/8/2026) sore hingga petang.
Menurut Rulian, transformasi digital tidak hanya menghadirkan kemudahan akses informasi, tetapi juga meningkatkan tantangan dalam memastikan setiap informasi yang beredar memiliki dasar fakta dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Peran media sangat vital dalam memberikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap pertemuan ini memperkuat sinergi untuk membangun narasi yang positif dan konstruktif,” kata Rulian, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai media mempunyai posisi strategis dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, pemberitaan yang mengedepankan verifikasi, keberimbangan dan kode etik jurnalistik diperlukan untuk menjaga kualitas ekosistem informasi.
Terlebih, media sosial memungkinkan sebuah informasi menyebar dalam waktu singkat. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi sebelum menerima maupun mendistribusikannya kembali.
“Polri dan media harus bersama-sama membantu masyarakat agar semakin cerdas dalam menerima dan menyikapi informasi. Media dapat menjadi alat pemersatu,” ujarnya.
Rulian juga mengajak insan pers tidak berhenti pada aspek kecepatan dalam menyampaikan informasi.
Akurasi, konteks, keberimbangan serta dampak sosial dari sebuah pemberitaan menurutnya perlu menjadi pertimbangan dalam menjalankan fungsi jurnalistik.
“Mari kita menyusun narasi yang positif dan mengarah pada persatuan serta kesatuan bangsa,” tuturnya.
Rulian turut membuka ruang kritik dan masukan dari insan pers maupun masyarakat terhadap pelaksanaan tugas kepolisian. Menurutnya, kritik konstruktif merupakan bagian dari proses evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami terbuka terhadap saran dan masukan dari rekan-rekan media. Ini menjadi bahan evaluasi agar Polri semakin profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Di sisi lain, komunikasi dua arah antara kepolisian dan media dinilai penting untuk membangun transparansi informasi, khususnya menyangkut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta pelayanan kepolisian.
Salah seorang Perwakilan media menyambut baik ruang komunikasi tersebut. Kolaborasi yang terbuka antara media dan kepolisian diharapkan mampu memperkecil kesenjangan informasi sekaligus memberikan pemahaman yang lebih utuh kepada masyarakat.
“Komunikasi yang terbuka tentu penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, berimbang dan bermanfaat,” ujar perwakilan media. (**)
Editor: Syaiful Aries