KOTA BLITAR, SJP – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar dilakukan melalui pemeriksaan urine terhadap puluhan personel, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 40 anggota mengikuti tes urine yang digelar di Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar. Pemeriksaan ini melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar.
Dari jumlah tersebut, 29 orang merupakan anggota Damkar dan 11 lainnya berasal dari Satpol PP Kabupaten Blitar.
Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Blitar, M Yusuf Eko Haryanto mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan dan tidak ditemukan hasil positif narkoba.
“Total ada 40 orang yang menjalani tes urine dan hasilnya semua negatif,” kata Yusuf, Rabu (19/8/2026).
Ia menyebut kegiatan tersebut lebih mengedepankan pencegahan dan deteksi dini. Tes urine dilakukan untuk mengetahui kondisi personel sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.
Yusuf menjelaskan, apabila dalam pemeriksaan ditemukan seseorang yang terindikasi menggunakan narkoba, BNN tidak langsung mengarahkannya pada proses hukum. Penanganan akan disesuaikan dengan status dan kondisi orang tersebut.
“Jika mereka hanya pengguna, pecandu, atau korban, maka penanganannya kami arahkan untuk rehabilitasi. Tapi, kalau pengedar atau bandar penanganannya kami arahkan ke penegakan hukum,” ujarnya.
Menurut Yusuf, masyarakat maupun anggota instansi yang membutuhkan rehabilitasi dapat memanfaatkan layanan BNN secara gratis. Pilihan lainnya adalah menjalani rehabilitasi di rumah sakit yang menjadi rujukan BNN Kabupaten Blitar.
Untuk pengguna dengan kondisi ringan, rehabilitasi dapat dilakukan secara bertahap dengan jadwal satu kali dalam sepekan.
“Kalau kondisinya ringan, rehabilitasi biasanya dilakukan seminggu sekali selama delapan kali atau sekitar dua bulan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan tes urine tersebut sengaja dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan personel.
“Kami minta bantuan ke BNN untuk melakukan tes urine anggota kami. Kegiatan ini untuk mengetahui apakah anggota kami ada yang menggunakan narkoba atau tidak,” kata Cholik.
Cholik berharap pemeriksaan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk menjauhi narkoba. Ia juga menegaskan adanya konsekuensi berbeda bagi anggota yang hanya menjadi pengguna dengan mereka yang terlibat dalam peredaran narkoba.
“Mudah-mudahan ini menjadi warning buat teman-teman Damkar dan Satpol PP. Kalau hanya pengguna bisa dilakukan rehabilitasi. Tapi, kalau pengedar sudah tidak ada ampun,” tegasnya.
Dengan hasil pemeriksaan seluruhnya negatif, kegiatan tes urine ini menjadi salah satu langkah preventif untuk menjaga personel Damkar dan Satpol PP Kabupaten Blitar tetap terbebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)
Editor : Rizqi Ardian