MOJOKERTO, SJP — Sebuah misteri menyelimuti penemuan jasad di jalur Tol Mojokerto-Jombang, Selasa (1/9/2036).
K (57), seorang petani asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, ditemukan tak bernyawa di bahu jalan tol dekat area pepohonan jati, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.
Kematian korban menyisakan teka-teki. Sebab ditemukan luka bekas jeratan melingkar di lehernya, sementara barang-barang berharga milik korban ditemukan utuh di samping jasadnya.
Jasad itu diketahui ketika warga sekitar lokasi melihat sosok tubuh tergeletak tak bergerak sekitar pukul 06.00 WIB. Temuan tersebut berlanjut ke petugas keamanan tol hingga akhirnya sampai ke kepolisian.
Petugas Polsek Gedeg bersama Unit Identifikasi Polres Mojokerto Kota langsung bergegas menyisir lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Di situlah petunjuk-petunjuk ganjil mulai terkumpul.
Hasil pemeriksaan fisik awal mengungkapkan adanya bekas luka jeratan yang mengindikasikan tekanan kuat pada bagian leher korban.
Tepat di dekat jasad, polisi menemukan dua utas tali berwarna biru dengan panjang masing-masing 1,75 meter dan 1 meter.
Dugaan perampokan terpatahkan setelah polisi menemukan pakaian korban, topi bermotif loreng, dan dompet berisi uang tunai sebesar Rp678 ribu yang tak tersentuh.
Untuk mengurai benang merah kematian korban, jasad K langsung dievakuasi ke RSUD Kota Mojokerto. Penyidik mulai menggali latar belakang kehidupan korban melalui keterangan pihak keluarga, yang kemudian mengungkap fakta bahwa korban tengah terhimpit persoalan utang-piutang.
Meski teka-teki mengarah pada tekanan finansial dan bekas jeratan tali, kepolisian tetap berhati-hati dalam menentukan apakah peristiwa ini murni tindakan pribadi atau melibatkan pihak lain.
“Pemeriksaan awal belum menemukan indikasi tindak pidana lain. Namun penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan mengantisipasi adanya unsur pidana,” kata Kapolsek Gedeg, AKP Dimas saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).
Di tengah upaya polisi mengungkap secara medis penyebab pasti kematian korban, pihak keluarga memilih untuk tidak memperpanjang tabir misteri ini. Keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan secara resmi menolak prosedur autopsi melalui surat pernyataan tertulis.
Jenazah K kini telah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Kesamben, Jombang, dan dimakamkan. (*)
Editor: Syaiful Aries