BOJONEGORO, SJP – Akses air minum bagi warga di wilayah rawan kekeringan Bojonegoro terus diperluas. Hingga 2026, sebanyak 4.109 Sambungan Rumah (SR) telah dibangun di tiga kecamatan wilayah selatan.
Ribuan sambungan tersebut dibangun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro. Jaringannya tersebar di Kecamatan Kepohbaru, Kedungadem, dan Sugihwaras.
Direktur Utama PDAM Bojonegoro M. Khairul Anwar mengatakan, PDAM mendapat tugas mengoperasionalkan jaringan tersebut sejak September 2025. Sejak itu, pengembangan pelayanan terus dioptimalkan agar jaringan bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Total terbangun 4.109 SR oleh Dinas PUCK Bojonegoro. Jumlah itu untuk tiga kecamatan induk, yakni Kepohbaru, Kedungadem, dan Sugihwaras,” kata Khairul saat ditemui SuaraBanyuurip.com di ruang kerjanya, Senin (14/9/2026).
Pelayanan air dilakukan dengan dua pola. PDAM menyalurkan langsung kepada kepala keluarga (KK), maupun melalui kerja sama dengan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) di tingkat desa.
Untuk memenuhi kebutuhan air baku, PDAM memanfaatkan sumber air dari Waduk Gongseng. Pengembangan jaringan juga masih akan diperluas, salah satunya menyasar Desa Pejok dan Desa Woro, Kecamatan Kepohbaru.
Khairul berharap penambahan jaringan perpipaan tersebut dapat membantu mengurangi dampak kekeringan yang kerap dirasakan masyarakat saat musim kemarau.
“Semoga melalui program pemasangan SR ini dapat mengurangi warga terdampak kekeringan saat musim kemarau,” ujarnya.
Namun, pengembangan jaringan tidak sepenuhnya berjalan mulus. PDAM masih menghadapi sejumlah kendala teknis di lapangan, mulai dari kerusakan motor pompa hingga jarak jaringan yang cukup jauh.
Jarak jaringan yang panjang juga membutuhkan investigasi untuk memastikan persoalan teknis yang terjadi. Selain itu, pengerjaan jaringan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Di luar jaringan yang dibangun pemerintah daerah, sejumlah pemerintah desa juga telah menjalin kerja sama dengan PDAM dalam penyediaan air baku melalui sistem meter induk.
Di antaranya Desa Mojosari, Kecamatan Kepohbaru, dengan cakupan sekitar 360 KK. Kemudian Desa Cengkir, Kecamatan Kepohbaru, sekitar 100 KK, serta Desa Tinumpuk, Kecamatan Purwosari, sebanyak 120 KK.
Secara keseluruhan, jumlah sambungan rumah PDAM di Kabupaten Bojonegoro saat ini mencapai sekitar 51.500 SR.
Khairul mengatakan, pengembangan jaringan perpipaan masih perlu diperluas, terutama untuk menjangkau kawasan yang memiliki keterbatasan sumber air dan rawan kekeringan.
“Untuk jumlah total SR se-Kabupaten Bojonegoro sebanyak kurang lebih 51.500 sambungan. Harapannya bisa dilakukan lebih luas lagi pemasangan jaringan perpipaan bagi kawasan kekeringan,” pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries