Kasus ISPA di Ngawi Melonjak 30% Akibat Kemarau Panjang

NGAWI, SJP — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengalami lonjakan hingga 30% dalam beberapa waktu terakhir. 

Peningkatan ini dipicu oleh musim kemarau panjang yang membuat kondisi lingkungan dipenuhi debu beterbangan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, dr. Heri Nurfahrudin, menjelaskan bahwa lonjakan tersebut terpantau dari peningkatan kunjungan pasien di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan setempat.

“Untuk kasus ISPA di Kabupaten Ngawi, ada kecenderungan kenaikan karena kaitannya dengan kemarau panjang, kemudian banyak debu beterbangan,” ujar Heri, Kamis (24/9/2026).

Menurut dia, peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan ISPA di fasilitas kesehatan berkisar antara 20% hingga 30%. 

Menanggapi situasi itu, Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Masyarakat dianjurkan untuk menjaga pola makan dengan gizi seimbang, beristirahat cukup, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau ketika sedang sakit.

Lebih lanjut, Heri mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi komplikasi jika infeksi menyerang saluran pernapasan bagian bawah yang dapat berkembang menjadi penyakit lebih serius seperti pneumonia.

Berdasarkan catatan medis, masa inkubasi virus penyebab ISPA rata-rata berlangsung selama dua hingga tiga hari. Gejala awal yang kerap muncul meliputi demam, nyeri saat menelan, sakit tenggorokan, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>