JOMBANG, SJP – Semarak Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar pada 27–31 Agustus 2026 mendatang, menggugah kontribusi para seniman lukis di Jombang. Perupa Lukmanul Hakim, yang akrab disapa Cak Luk, menuangkan kemampuan seni rupanya dengan melukis wajah para muassis atau pendiri NU di atas kanvas.
Tujuannya tak lain mengajak segenap lapisan masyarakat di kota santri untuk menyambut meriah perhelatan akbar tersebut. Melalui karya seni, ia mengabadikan rupa tokoh-tokoh pendiri NU dalam sejumlah lukisan berukuran besar, di antaranya KH Hasyim Asy’ari, KH Abdul Wahab Hasbullah, dan KH Bisri Syansuri.
Cak Luk menyampaikan, proses kreatif ini merupakan wujud antusiasme sekaligus penghormatan terhadap pelaksanaan Muktamar NU ke-35 di Jombang.
“Sebagai masyarakat Jombang dan warga Nahdliyin, saya ingin ikut menyambut muktamar melalui karya. Saya memilih melukis tokoh-tokoh muassis NU sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka,” ujar Cak Luk di kediamannya di Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Senin (3/8/2026).
Selama muktamar berlangsung, ia berencana terus menambah koleksi lukisan para pendiri NU. Hingga saat ini, sedikitnya delapan karya bertema Muktamar NU telah selesai dibuat dan sebagian di antaranya sudah beredar. Salah satu lukisan yang tengah digarap berukuran sekitar 2×1,80 meter, menggunakan media kanvas dan cat akrilik. Proses pengerjaannya sudah berjalan sekitar sepekan dengan progres mencapai kira-kira 60 persen.
Menurut Lukmanul, tantangan terbesar dalam melukis wajah pendiri NU adalah terbatasnya dokumentasi visual. Mayoritas foto yang tersedia masih berupa foto hitam putih dengan kualitas yang kurang baik.
“Prosesnya diawali dengan mencari berbagai referensi, mempelajari anatomi wajah, kemudian melakukan rekonstruksi berdasarkan literatur dan foto-foto yang ada agar hasilnya mendekati sosok aslinya,” katanya.
Ia berharap karya-karyanya dapat bersinergi dengan panitia Muktamar NU, baik melalui pameran maupun kegiatan lelang. Lukisan-lukisan itu dinilainya juga bisa menjadi cendera mata khas Jombang bagi para peserta muktamar yang datang dari berbagai daerah.
“Barangkali nanti bisa menjadi suatu cendera mata untuk peserta yang ribuan orang, bagi kalian yang berminat untuk mendapatkan kenangan-kenangan dari Jombang,” ungkapnya.
Untuk karya berukuran besar, Lukmanul membuka harga awal atau open bid sekitar Rp40 juta hingga Rp45 juta. Sementara itu, karya berukuran lebih kecil ditawarkan mulai dari kisaran Rp6 juta. Seluruh lukisan dikerjakan dengan gaya realis menggunakan cat akrilik agar proses pengeringan lebih cepat tanpa mengurangi detail visual yang ditampilkan.
“Kalau secara aliran, ini namanya realis. Catnya akrilik, saya pakai akrilik agar cepat kering,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries