SUARAJATIMPOST.COM — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal dan mengamankan gelaran Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Mengingat skala acara yang begitu besar serta kehadiran ratusan ribu kiai, ulama, dan mughliyyin dari berbagai penjuru tanah air, Mabes Polri menyusun skema pengamanan khusus yang fleksibel dan proporsional untuk memastikan seluruh Rangkaian Kegiatan Muktamar ke-35 tersebut berjalan kondusif.
Jaminan keamanan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat berada di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (21/8/2026).
Jenderal Bintang Empat ini menegaskan bahwa pengamanan terhadap ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut merupakan bagian mutlak dari kewajiban institusi kepolisian dalam menjaga ketertiban masyarakat.
“Pengamanan Muktamar NU 2026 menjadi bagian dari kewajiban Polri dalam menjamin kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Polri rencananya akan menyiapkan personel sesuai kebutuhan, termasuk menempatkan personel di sejumlah lokasi yang dinilai memerlukan pengamanan,” ungkap Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Surabaya, Jumat (21/8/2026).
Hajatan akbar Muktamar NU di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, dipastikan akan berlangsung marathon selama lima hari berturut-turut, mulai tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026.
Mengingat padatnya jadwal dan banyaknya agenda yang tersebar di beberapa lokasi, Polri tidak menerapkan strategi kaku. Saat ini, pihak kepolisian terus memantau proses akhir finalisasi kepanitiaan serta format teknis acara dari pihak panitia pusat maupun daerah.
Setelah seluruh susunan acara, titik lokasi rapat pleno, hingga alur kedatangan para tamu VVIP dan peserta difinalisasi, Polri akan menghitung ulang jumlah pasti personel yang dikerahkan.
Pola pengamanan akan disesuaikan secara proporsional berdasarkan tingkat kerawanan dan kepadatan di setiap objek vital, seperti: area utama sidang dan pleno di area Pondok Pesantren Tambakberas; jalur lalu lintas dan rekayasa jalan utama menuju Kabupaten Jombang; lokasi penginapan para kiai, utusan cabang (PCNU), hingga pengurus wilayah (PWNU) dan pusat-pusat keramaian warga dan booth kegiatan pendukung di sekitar lokasi Muktamar.
Langkah antisipatif ini diambil agar kehadiran personel di lapangan dapat bekerja secara efektif, ramah, namun tetap tanggap terhadap segala potensi gangguan keamanan.
Polri memastikan akan terus berkoordinasi erat dengan pihak panitia penyelenggara, jajaran TNI, Banser, serta pemerintah daerah setempat. Sinergi ini ditujukan untuk menciptakan suasana yang sejuk, aman, dan tertib sepanjang perhelatan Muktamar NU 2026 pada 27–31 Agustus mendatang. (**)
Sumber: Beritasatu.com
Editor: Syaiful Aries