BOJONEGORO, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali mencatat capaian di tingkat nasional. Daerah yang dipimpin Bupati Setyo Wahono itu meraih penghargaan atas Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) tahun 2025.
Bojonegoro menjadi salah satu dari 15 kabupaten di Indonesia yang mendapatkan penghargaan tersebut. Capaian serupa juga diraih sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Sidoarjo.
Bagi Pemkab Bojonegoro, penghargaan ini tidak sekadar menjadi capaian administratif. Bupati Setyo Wahono menilai predikat kinerja tinggi merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur pemerintahan daerah, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan hingga pemerintahan desa.
“Seluruh jajaran kepala OPD, camat, hingga pemerintahan desa telah kita ajak bersama-sama menjalankan sistem pemerintahan yang efektif, pelayanan publik yang berkualitas serta turut serta mendukung dan menyukseskan program nasional,” kata Setyo Wahono.
Menurutnya, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi jajaran Pemkab Bojonegoro untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh jajaran dan menjadi komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Namun, Bupati mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintahan daerah terlena. Menurutnya, indikator kinerja pemerintahan bersifat dinamis sehingga hasil yang diraih saat ini tetap membutuhkan konsistensi dan evaluasi.
“Capaian kinerja tinggi ini tidak boleh membuat jajaran pemerintah daerah terlena serta tidak berpuas diri dan jumawa karena data kinerja menjadi kata kunci dan segala sesuatu bisa terjadi perubahan,” tegasnya.
Ia berharap konsistensi dalam menjalankan pemerintahan tidak berhenti pada pencapaian angka dalam evaluasi. Lebih jauh, budaya kerja tersebut harus menjadi bagian dari mentalitas aparatur dalam memberikan pelayanan.
“Konsistensi, tekad, dan budaya kerja yang baik harapannya tidak hanya menjadi angka semata, melainkan menjadi mentalitas dalam melayani masyarakat. Kita harus terus mendukung program nasional demi membawa masyarakat Bojonegoro yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Prestasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di tingkat nasional sepanjang 2026 tidak hanya ditandai dengan predikat kinerja tinggi dalam Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD). Sebelumnya, Bojonegoro juga memborong lima penghargaan nasional atas inovasi dan keberhasilan mengintegrasikan sejumlah program unggulan daerah dengan program prioritas pemerintah pusat.
Lima penghargaan tersebut diterima Pemkab Bojonegoro bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro pada Rabu (29/7/2026).
Apresiasi pertama diberikan kepada Bupati Bojonegoro atas inovasi dan program unggulan dalam mendukung Program Prioritas Nasional, meliputi TAMASYA, GATI, SIDAYA, Genting, dan MBG sasaran 3B.
Penghargaan berikutnya diberikan atas peran Pemkab Bojonegoro dalam menginisiasi pembentukan TPA/TAMASYA melalui jalur pemerintah.
Bojonegoro juga mendapat apresiasi atas peningkatan akses pelayanan keluarga berencana (KB) berkualitas. Capaian peserta KB baru di daerah ini bahkan disebut telah melampaui target yang ditetapkan.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Bojonegoro turut mendapatkan penghargaan atas keberhasilan menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Tahun 2026.
Sementara satu penghargaan lainnya diberikan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro atas inovasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan berbagai Program Prioritas Nasional.
Deretan penghargaan tersebut menunjukkan upaya Pemkab Bojonegoro mengintegrasikan program daerah dengan agenda pembangunan nasional. Tidak hanya melalui kebijakan pemerintah daerah, keterlibatan organisasi dan unsur masyarakat juga menjadi bagian dari pelaksanaan program tersebut. (**)
Editor: Syaiful Aries