Pemkab Jember Berlakukan Kebijakan WFH dan Sekolah Daring Dampak Antrean Panjang BBM

JEMBER, SJP — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi mengeluarkan kebijakan work from home (WFH) bagi pegawai pemerintah serta pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar sekolah mulai tanggal 10 hingga 12 September 2026.

Kebijakan tersebut diambil menyusul fenomena antrean panjang kendaraan bermotor yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah setempat.

Selain itu, langkah ini ditujukan untuk menekan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM) harian masyarakat secara signifikan. Dengan demikian, penumpukan kendaraan di SPBU diharapkan dapat segera terurai sembari menunggu pola distribusi BBM kembali normal.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, menegaskan bahwa penyesuaian ini dirancang agar aktivitas pelayanan publik maupun proses belajar-mengajar tetap berjalan optimal tanpa membebani masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan pasokan BBM.

Ia merincikan beberapa poin utama terkait penyesuaian operasional di lingkungan Pemkab dan lembaga pendidikan di Jember, yakni sistem kerja WFH untuk perangkat daerah, pembelajaran daring (PJJ) untuk jenjang PAUD hingga SMP, serta koordinasi lintas instansi bersama Kemenag dan Cabang Dinas Pendidikan Jatim.

“Seluruh instansi di bawah naungan Pemkab Jember, termasuk dinas pendidikan, diinstruksikan untuk menerapkan kerja dari rumah. Meski demikian, pengaturan jam kerja dan jadwal piket tetap diberlakukan secara fleksibel agar fungsi pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu dan seluruh sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan Jember, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP dialihkan ke mode pembelajaran jarak jauh. Dengan skema ini, para orangtua tidak perlu melakukan perjalanan keluar rumah untuk mengantar-jemput putra-putri mereka ke sekolah,” kata Hafid, Kamis (10/9/2026).

“Melalui surat edaran khusus, Pemkab Jember turut mengimbau Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jember serta Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Jember untuk menerapkan langkah senada pada sekolah-sekolah di bawah kewenangan masing-masing (seperti Madrasah, SMA, dan SMK),” jelasnya.

Pihaknya memastikan bahwa pengalihan pembelajaran ke sistem daring tidak akan mengurangi kualitas penyerapan materi oleh para siswa. Guru dan tenaga pendidik telah disiapkan untuk memanfaatkan media pembelajaran digital agar interaksi belajar tetap berjalan efektif.

“Tugas kami untuk memberikan hak pembelajaran kepada para siswa tetap menjadi prioritas utama. Melalui media daring, proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) akan terus berlangsung secara interaktif dari rumah masing-masing,” ungkap Hafid.

Pemkab Jember berharap respons cepat ini dapat membantu menstabilkan kondisi lalu lintas dan mengurangi beban konsumsi BBM di lapangan. Seiring dengan berjalannya skema WFH dan PJJ selama tiga hari ini, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar pasokan dan distribusi BBM di seluruh wilayah Jember dapat kembali pulih seperti sediakala. (***) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>