Menkop Wajibkan KDMP Utamakan Produk UMKM Lokal

SUARAJATIMPOST.COM — Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam menggerakkan perekonomian masyarakat akar rumput. Ia meminta agar kehadiran KDKMP di setiap daerah tidak hanya menjadi pusat distribusi, tetapi juga wajib mengutamakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry di tengah progres pembangunan fisik koperasi yang saat ini telah mencapai sekitar 23.000 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah optimistis target pembangunan 30.000 unit bangunan fisik beserta gudang dan alat kelengkapannya dapat rampung pada tahun ini sesuai arahan Presiden.

“Insyaallah tahun ini kita bisa menyelesaikan pembangunan bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya sebanyak 30.000, sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Ferry, Kamis (17/9/2026).

Seiring rampungnya sarana fisik, program KDKMP kini mulai memasuki fase operasional menyusul diterbitkannya peraturan presiden terkait tata kelola dan manajemennya. Sejumlah manajer koperasi yang telah direkrut juga telah mendapatkan pelatihan khusus sebelum diterjunkan ke lapangan.

Saat ini, proses verifikasi, validasi, hingga persiapan serah terima bangunan kepada pihak desa agar resmi menjadi aset desa sedang berjalan.

“Tahap operasional ini menjadi tahap yang penting supaya semuanya berjalan lancar dan KDKMP bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota koperasi maupun masyarakat,” kata Ferry.

Selain memberdayakan UMKM lokal, fungsi strategis lain dari KDKMP adalah menjadi saluran distribusi resmi untuk berbagai komoditas bersubsidi langsung ke tingkat desa. Melalui pemangkasan rantai pasok yang selama ini dinilai terlalu panjang, masyarakat diharapkan bisa memperoleh barang kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau.

“Sejumlah barang subsidi yang akan disalurkan melalui mekanisme tersebut antara lain beras dan minyak goreng dari Bulog, LPG 3 kilogram dari PT Pertamina Patra Niaga, pupuk dari PT Pupuk Indonesia, serta beras SPHP,” paparnya.

Dengan integrasi antara penyaluran subsidi dan pemberdayaan produk lokal, pemerintah berharap KDKMP dapat menjadi motor penggerak utama kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan.

“Pengutamaan produk UMKM lokal menjadi bagian penting agar keberadaan KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai saluran distribusi barang subsidi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan,” pungkas Ferry. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>