BOJONEGORO, SJP – Kekeringan mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, seiring berlangsungnya musim kemarau dan fenomena El Nino. Salah satu daerah yang terdampak cukup serius yakni Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Merespons situasi itu, sebanyak 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada masyarakat di RT 08 RW 03, Desa Sumberjo Kidul.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan melalui Tim Kebangsaan Abidin Fikri, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP).
Sejak air tiba di lokasi, warga tampak antusias. Mereka datang membawa berbagai tempat penampungan, mulai dari jeriken, ember hingga drum plastik, untuk mendapatkan pasokan air yang sangat dibutuhkan.
Suroto, warga RT 08, mengatakan persoalan kekurangan air bersih bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, setiap musim kemarau warga di wilayah tersebut hampir selalu menghadapi kondisi serupa.
“Setiap kemarau daerah Sumberjo Kidul pasti kekurangan sarana air bersih. Buat masak, minum, kebutuhan ternak, sampai wudu saat mau ibadah juga susah. Bantuan 10.000 liter ini sangat membantu,” ujar Suroto.
Berbagai upaya untuk mendapatkan sumber air baru sebenarnya telah dilakukan masyarakat. Namun, usaha tersebut belum memberikan hasil.
Tokoh masyarakat setempat, Eko Purnomo, menyebut warga pernah melakukan pengeboran sumur dengan harapan menemukan sumber air yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Wilayah kami ini sudah mencoba melakukan pengeboran sumur, tapi hasilnya nihil, airnya tidak keluar. Karena itu kami menghubungi tim bantuan dan alhamdulillah langsung direspons cepat,” kata Eko.
Di sisi lain, Abidin Fikri mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk respons cepat terhadap persoalan kekeringan yang kini dirasakan masyarakat. Ia menilai kebutuhan air bersih tidak dapat ditunda karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar warga.
“Kami tidak bisa menunggu. Saat warga kesulitan air, hari ini kita drop 10.000 liter untuk warga Sumberjo Kidul agar ada solusi jangka pendek bagi wilayah rawan kekeringan,” tegas Abidin.
Ia menambahkan, distribusi air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa sulit akibat kekeringan. Pemetaan terhadap daerah lain yang berpotensi mengalami krisis air juga terus dilakukan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan di Kabupaten Bojonegoro, sekaligus memastikan masyarakat di wilayah rawan tetap mendapatkan akses air untuk kebutuhan dasar. (*)
Editor: Syaiful Aries