61,1 Persen Publik Pesimis KDMP Maju, Kepuasan pada Presiden Prabowo Tergerus

JAKARTA, SJP – Sebanyak 61,1 persen publik nasional merasa kurang atau tidak yakin sama sekali bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) akan berkembang, sebuah temuan yang berdampak langsung pada penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Hasil tersebut terungkap dalam survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) bertajukProgram Khusus Presiden: MBG dan KDMP yang dilaksanakan pada 5-19 Juli 2026.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menegaskan bahwa sikap negatif masyarakat terhadap program khusus presiden ini berbanding lurus dengan tren kepuasan terhadap kepemimpinan kepala negara.

Saat mempresentasikan hasil survei melalui kanal YouTube SMRC TV pada Selasa, 28 Juli 2026, Deni menjelaskan bahwa pesimisme dan sikap negatif publik secara umum terhadap KDMP menjadi penjelas utama di balik penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo.

Pukulan politik bagi pemerintah tidak hanya datang dari angka pesimisme saat ini, melainkan dari dinamika pergeseran kepercayaan publik yang merosot tajam dalam waktu sembilan bulan.

SMRC mencatat ketidakyakinan masyarakat bahwa KDMP akan maju terus membengkak secara konsisten, berawal dari 43,5 persen pada November 2025, naik menjadi 48,4 persen pada Februariâ- Maret 2026, hingga akhirnya melonjak ke angka 61,1 persen pada Juli 2026.

Secara keseluruhan sekitar 61,1 persen publik merasa kurang atau tidak yakin Program KDMP akan berkembang atau maju, sementara yang merasa sangat atau cukup yakin lebih rendah, hanya 25 persen,” ungkap Deni.

Sebaliknya, kelompok masyarakat yang merasa yakin atau sangat yakin program ini bakal sukses justru terjun bebas dari 43,3 persen pada November 2025 menjadi 41,7 persen pada awal tahun, dan kini menyisakan 25 persen.

Meskipun secara popularitas program KDMP sudah dikenal luas oleh 76,9 persen warga dan hanya 23,1 persen yang belum tahu, tingginya angka pengenalan tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat keyakinan publik terhadap eksekusinya.

Dari kelompok masyarakat yang mengetahui program ini, hanya 2,4 persen yang menyatakan sangat yakin dan 22,6 persen cukup yakin. Sementara itu, kelompok yang meragukannya terbagi menjadi 38,9 persen tidak yakin serta 22,2 persen tidak yakin sama sekali, dengan 13,9 persen sisanya memilih tidak tahu atau tidak menjawab.

Survei nasional SMRC ini melibatkan 749 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dan dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan melalui kombinasi wawancara telepon sebanyak 83,8 persen dan tatap muka sebesar 16,2 persen, menyesuaikan dengan proporsi pengguna telepon seluler secara nasional.

Dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, survei ini menetapkan bahwa perbedaan data dianggap signifikan secara statistik jika minimal mencapai dua kali margin of error atau sebesar 7,4 persen. (**)

Editor: Danu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>