JOMBANG, SJP – Panitia Sterring Committee (SC) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas Jombang menerapkan sistem ganda (hybrid) dengan menyediakan berkas digital materi persidangan, sekaligus salinan cetak (hardcopy) demi kenyamanan seluruh muktamirin.
Ketua Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Mohammad Nuh, menegaskan bahwa materi persidangan telah memasuki tahap pencetakan.
“Materi yang terkait dengan muktamar sudah masuk di percetakan. Kita pakai dua-duanya, ada yang file digital dan ada yang hardcopy untuk menghormati peserta muktamar yang belum terbiasa membaca berkas digital,” jelas Prof. Nuh, Jumat (21/8/2026).
Prof. Nuh menambahkan, Muktamar ke-35 di Tambakberas Jombang memiliki nilai sejarah penting karena merupakan perhelatan muktamar pertama yang digelar pada abad kedua usia Nahdlatul Ulama.
Pemilihan pesantren Bahrul Ulum, milik salah satu muassis (pendiri) NU KH Abdul Wahab Hasbullah sebagai tuan rumah diharapkan memancarkan nilai historis dan spiritualitas kelembagaan.
“Ini muktamar yang pertama di abad kedua. Tempatnya pun khusus di salah satu muassis Nahdlatul Ulama. Dari situlah tema besarnya: ayo sama-sama kita kembali pada roh dan jiwa yang sudah ditanamkan oleh para muassis, guyub, senang, rukun, dan memberikan kemaslahatan,” papar Prof. Nuh.
Pihaknya memprediksi akan ada lebih kurang 10.000 pendukung dan penggembira berasal dari berbagai daerah akan memadati area Jombang selama muktamar berlangsung.
Gelombang partisipasi swadaya masyarakat juga terus bergulir, mulai dari penyediaan logistik pangan, hewan ternak, hingga posko layanan publik secara sukarela. (*)
Editor: Syaiful Aries