MALANG, SJP — Sebanyak 39 hektare lahan sawah di wilayah Daerah Irigasi Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, mendapat perhatian dalam upaya menjaga kelancaran pasokan air untuk kebutuhan pertanian.
Untuk memastikan jaringan irigasi tetap berfungsi optimal, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) melalui UPT PUSDA Turen bersama Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) melakukan normalisasi saluran Dam Bumirejo, Kamis (20/8/2026).
Kepala UPT PUSDA Turen, Juwan Agus, mengatakan normalisasi tersebut merupakan kolaborasi PUSDA bersama HIPPA untuk menjaga kondisi jaringan irigasi dan memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap lancar.
“Ini kolaborasi PUSDA dengan HIPPA. Saluran irigasi perlu dijaga dan dinormalisasi agar aliran air tetap lancar untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian,” ujar Juwan, Jumat (21/8/2026)
Ia menjelaskan, Daerah Irigasi Bumirejo melayani sekitar 39 hektare sawah. Karena itu, kondisi saluran irigasi menjadi bagian penting yang perlu dijaga agar distribusi air dapat berlangsung secara optimal.
Normalisasi dilakukan dengan membersihkan endapan lumpur dan material yang berada di dalam saluran. Material tersebut apabila dibiarkan menumpuk dapat mengurangi kapasitas saluran dan menghambat kelancaran aliran air menuju area persawahan.
Dalam kegiatan tersebut, HIPPA turut terlibat bersama petugas PUSDA. Keterlibatan HIPPA dinilai penting karena kelompok tersebut merupakan masyarakat yang tergabung sebagai pemakai air irigasi untuk kebutuhan pertanian.
“HIPPA ini masyarakat yang tergabung dalam kelompok pemakai air. Peran mereka penting dalam membantu menjaga jaringan irigasi, termasuk pemeliharaan secara bersama-sama,” kata Juwan.
Menurutnya, pemeliharaan jaringan irigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Peran masyarakat pengguna air juga dibutuhkan untuk menjaga saluran agar tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kolaborasi PUSDA dan HIPPA melalui kegiatan normalisasi tersebut sekaligus menjadi upaya mencegah gangguan pengairan yang dapat berdampak terhadap lahan pertanian.
Dengan kondisi saluran yang lebih bersih dari sedimentasi dan material penghambat, aliran air diharapkan dapat berjalan lebih lancar menuju lahan sawah yang masuk dalam cakupan Daerah Irigasi Bumirejo.
PUSDA juga mendorong HIPPA untuk terus menjaga serta melakukan pemeliharaan jaringan secara bersama-sama. Langkah tersebut penting untuk mencegah kembali terjadinya penumpukan material yang berpotensi menghambat aliran.
Normalisasi Dam Bumirejo diharapkan mampu menjaga keberlangsungan fungsi jaringan irigasi sehingga kebutuhan air bagi sekitar 39 hektare sawah yang dilayani Daerah Irigasi Bumirejo tetap terpenuhi. (*)
Editor: Syaiful Aries