PSMTI Bondowoso Buka Ruang Kolaborasi Budaya, 50 UMKM Ikut Terlibat

BONDOWOSO, SJP – Perbedaan budaya tidak menjadi sekat bagi Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Bondowoso untuk membangun ruang kebersamaan. Melalui kegiatan Two The Become One, budaya Tionghoa dipertemukan dengan beragam kesenian Nusantara dalam satu panggung di Citiplaza Bondowoso, Sabtu (12/9/2026) malam.

Mengusung tema “Bersatu dalam Peradaban Menciptakan Keharmonisan”, kegiatan tersebut tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sedikitnya 50 UMKM ikut ambil bagian dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama 10 hari tersebut.

Pembukaan acara ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua PSMTI Kabupaten Bondowoso, Immanuel. Setelah itu, pengunjung disuguhi sejumlah pertunjukan, mulai dari atraksi Barongsai dan Singo Rawung, seni bela diri Wushu, hingga berbagai penampilan lainnya.

Immanuel mengatakan, konsep Two The Become One menjadi gambaran upaya mempertemukan dua latar budaya berbeda dalam satu ruang kolaborasi. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif, khususnya bagi pelaku UMKM di tengah kondisi perekonomian saat ini.

“Kurang lebih ada 50 UMKM yang terlibat dengan mengusung tema ‘Two The Become One’. Artinya, dua kebudayaan dikolaborasikan menjadi satu, yaitu kebudayaan pribumi dan kebudayaan Tionghoa (Chinese),” ungkapnya.

“Harapannya adalah mampu menciptakan sinergi yang positif di tengah situasi ekonomi saat ini. Jadi, kita bersama-sama berkembang dan mewujudkan stabilitas yang positif untuk membantu rekan-rekan UMKM di Bondowoso,” urainya.

Selain produk UMKM, pengunjung juga dapat menikmati berbagai pilihan kuliner. Immanuel menyebut makanan yang tersedia didominasi kuliner Nusantara, sedangkan makanan khas Tionghoa mengambil porsi sekitar 40 persen.

Ia memastikan makanan Tionghoa yang disajikan dalam kegiatan tersebut telah memenuhi ketentuan halal.

“Kuliner yang dijajakan paling banyak saat ini adalah makanan pribumi. Porsi makanan Chinese sekitar 40% dan semuanya harus dipastikan halal. Tidak boleh tidak halal,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan Two The Become One berlangsung mulai Sabtu (12/9/2026) malam hingga Senin (21/9/2026). Pada pembukaan, PSMTI Bondowoso juga mengundang perwakilan PSMTI dari Kabupaten Jember dan Situbondo.

Sejumlah unsur lainnya turut hadir, di antaranya perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PLN, serta Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Wushu Bondowoso.

“Acara ini berlangsung selama 10 hari. Untuk hari pertama, kami mengundang rekan-rekan dari PSMTI Jember dan Situbondo serta lainnya,” urainya.

Keterlibatan puluhan UMKM tersebut diharapkan turut menggerakkan transaksi ekonomi selama kegiatan berlangsung. Immanuel bahkan memperkirakan nilai perputaran ekonomi dapat mencapai ratusan juta rupiah hingga acara berakhir.

“Melihat kondisi dan antusiasme seperti ini, saya sangat optimistis perputaran ekonomi sampai akhir acara nanti bisa mencapai ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Menurut Immanuel, kontribusi PSMTI di Bondowoso tidak berhenti pada kegiatan ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Organisasi tersebut juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial yang menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Di antaranya penanganan dampak kebakaran rumah di wilayah Tamanan dan Prajekan, program bedah rumah, serta pemberian bingkisan kepada penghuni panti jompo. Sementara di tingkat nasional, PSMTI juga disebut ikut berpartisipasi dalam pembangunan dua jembatan gantung di kawasan Arjasa dan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada bulan sebelumnya.

“Kegiatan kami bukan hanya berfokus pada UMKM atau ekonomi saja. PSMTI juga aktif dalam aksi sosial, seperti penanganan kebakaran rumah di Tamanan dan Prajekan, program bedah rumah, hingga pembagian bingkisan ke panti jompo. Secara nasional, bulan lalu kami juga berpartisipasi dalam pembangunan dua jembatan gantung di kawasan Arjasa dan Sukorambi, Jember,” terangnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda budaya dan ekonomi, tetapi juga membuka ruang interaksi yang lebih luas di tengah masyarakat. PSMTI, kata dia, ingin terus membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi daerah.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi langkah untuk bersinergi lebih jauh lagi. PSMTI ingin terus memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan ekonomi dan sosial, khususnya bagi masyarakat Bondowoso,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>