BOJONEGORO, SJP – Pelayanan administrasi kependudukan terus diperluas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro. Kali ini, petugas turun langsung ke sejumlah rumah warga di Kecamatan Dander untuk melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi kelompok masyarakat rentan.
Perekaman menyasar warga lanjut usia (lansia), Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik dan mobilitas sehingga kesulitan mendatangi kantor pelayanan.
Petugas menyisir sejumlah wilayah di tiga desa, yakni Desa Kunci, Jatiblimbing, dan Sumberagung. Dengan mendatangi rumah warga secara langsung, proses pengambilan data biometrik dapat dilakukan tanpa mengharuskan warga meninggalkan tempat tinggalnya.
Pelayanan jemput bola tersebut dilakukan secara intensif. Bahkan, petugas harus bekerja hingga malam hari untuk menuntaskan perekaman warga yang telah masuk dalam sasaran pelayanan.
Kondisi di lapangan pun tidak selalu mudah. Petugas harus beradaptasi dengan kondisi masing-masing rumah warga, termasuk ketika melakukan perekaman di kediaman lansia dengan pencahayaan yang terbatas.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Bojonegoro, Ir. Heri Widodo, mengatakan pelayanan jemput bola merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan seluruh masyarakat memperoleh hak administrasi kependudukan tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan tidak ada warga Bojonegoro yang terlewat dari pelayanan administrasi kependudukan. Kondisi fisik, usia, maupun keterbatasan mobilitas tidak boleh menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan KTP-el,” kata Heri Widodo.
Menurutnya, pelayanan kepada kelompok rentan membutuhkan fleksibilitas petugas karena kondisi setiap warga berbeda. Karena itu, petugas dituntut mampu menyesuaikan metode pelayanan dengan situasi di lapangan.
“Kami memahami bahwa tidak semua warga memiliki kemampuan untuk datang langsung ke kantor Disdukcapil. Karena itu, kami yang mendatangi mereka. Petugas akan terus berupaya memberikan pelayanan sebaik mungkin meskipun harus menghadapi keterbatasan kondisi di lapangan,” imbuhnya.
Program jemput bola tersebut diharapkan mampu memperluas cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di Kabupaten Bojonegoro, terutama bagi warga yang selama ini terkendala faktor usia, kondisi fisik, maupun keterbatasan mobilitas.
Disdukcapil Bojonegoro menegaskan pelayanan serupa akan terus dilakukan secara bertahap ke berbagai wilayah. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan administrasi kependudukan yang lebih inklusif dan mudah dijangkau masyarakat. (*)
Editor: Syaiful Aries