Harga Emas Makin Berkilau, Pasar Tunggu Arah Suku Bunga The Fed

JAKARTA, SJP – Harga emas kembali menguat dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada Senin (24/8/2026). Penguatan tersebut ditopang pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), sementara investor bersiap mencermati data inflasi serta arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Harga emas spot naik 0,7 persen menjadi US$4.635,25 per ons troi pada Senin sore. Posisi tersebut menjadi yang tertinggi sejak 15 Mei 2026.

Sementara harga emas berjangka AS turut menguat 0,2 persen menjadi US$4.691,10 per ons troi.

Analis Senior ActivTrades Ricardo Evangelista menilai keberlanjutan tren penguatan emas di atas level US$4.600 akan dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

“Konsolidasi harga emas di atas US$ 4.600 dan potensi kenaikan lebih lanjut akan sangat bergantung pada apakah dolar AS tetap berada di bawah tekanan serta imbal hasil Treasury stabil di level saat ini atau kembali turun,” kata Evangelista, dikutip dari Beritasatu.com.

Perhatian investor selanjutnya tertuju pada data indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) AS untuk Juli yang dijadwalkan dirilis Rabu (26/8/2026).

Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan The Fed dalam mempertimbangkan arah kebijakan suku bunga. Pasar juga menunggu pidato Kevin Warsh dalam simposium ekonomi Jackson Hole pada Jumat (28/8/2026).

Pernyataan Warsh dinilai dapat memberikan gambaran mengenai langkah The Fed selanjutnya, khususnya terkait kebijakan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar memperkirakan peluang sekitar 36 persen untuk kenaikan suku bunga pada September 2026. Sementara peluang The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini mencapai 64 persen.

Emas selama ini menjadi salah satu aset yang banyak dipilih sebagai lindung nilai ketika inflasi meningkat. Namun, kenaikan suku bunga dapat mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi maupun deposito.

Di sisi lain, pergerakan harga logam mulia lainnya cenderung beragam. Harga perak spot turun 0,2 persen menjadi US$68,81 per ons troi.

Sementara platinum naik tipis 0,1 persen menjadi US$1.877,84 per ons troi. Adapun harga paladium melemah 0,9 persen menjadi US$1.337,23 per ons troi. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Beritasatu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>