Hasil Lab Keracunan MBG di Sidoarjo Keluar 7 September

SIDOARJO, SJP — Teka-teki mengenai penyebab pasti kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) kini berpusat di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Surabaya. 

Petugas laboratorium tengah menguji sampel makanan hingga muntahan korban untuk melacak keberadaan mikroorganisme jahat maupun zat kimia berbahaya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo telah menyerahkan seluruh sampel medis dan pangan tersebut agar penyebab pasti gangguan kesehatan para santri dapat terungkap secara ilmiah.

Kepala Balai Besar Labkesmas Surabaya, Wisnu Trianggono, menjelaskan bahwa proses pengujian laboratorium dibagi menjadi beberapa parameter utama, mulai dari mikrobiologi hingga pemeriksaan kimia. Untuk pengujian awal, tim laboratorium memprioritaskan empat jenis bakteri berbahaya yang kerap memicu racun pada makanan siap saji.

“Empat insyaallah hari ini sudah selesai. Jadi ada pemeriksaan untuk keempatnya (bakteri), yakni Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Vibrio cholerae,” ujar Wisnu saat memberikan keterangannya, Kamis (3/9/2026).

Selain melacak empat jenis bakteri tersebut, pengujian pada hari yang sama juga menyasar parameter kimia untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti nitrit dalam makanan MBG yang disajikan dalam nampan (tray).

Wisnu menuturkan bahwa hasil dari empat parameter mikrobiologi awal dan tes kimia nitrit ini akan langsung diserahkan kepada pihak pelapor sebagai langkah awal penanganan.

“(Penelitian sampel makanan) menggunakan empat parameter itu insyaallah hari ini sudah selesai, dan nanti juga dengan yang nitrit ya, yang di parameter kimia. Nanti hasilnya segera kami sampaikan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan juga kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai pengirim,” tegas Wisnu.

Meski sebagian parameter awal ditargetkan rampung lebih cepat, publik dan keluarga korban masih harus menunggu hasil menyeluruh. Hal ini disebabkan oleh rumitnya prosedur identifikasi bakteri lanjutan yang membutuhkan waktu pengikatan serta pembiakan mikroorganisme secara biologis.

Tidak hanya nampan makanan siap saji, sampel biologis berupa muntahan dari para santri yang dirawat juga harus melalui tahapan penanaman, pertumbuhan, hingga isolasi sel secara mendalam.

Wisnu menegaskan bahwa seluruh proses pengujian laboratorium ini diproyeksikan selesai secara utuh pada awal pekan depan.

“Yang lain nanti kami susulkan segera setelah keluar hasil labnya. Hasil pemeriksaan laboratorium ditargetkan paling lambat keluar pada Senin (7/9/2026),” pungkasnya.

Hingga seluruh rangkaian uji laboratorium selesai diumumkan pada Senin mendatang, pihak otoritas kesehatan menegaskan belum dapat menyimpulkan jenis bakteri atau zat kimia spesifik apa yang menjadi dalang utama di balik peristiwa keracunan massal ini. Результат uji lab tersebut nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah dan kepolisian dalam menentukan langkah hukum serta evaluasi total program MBG di wilayah Sidoarjo. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>