Hujan Uang hingga Berebut Bebek dan Kambing, Tradisi Unik Peringatan Maulid Nabi di Bangkalan

BANGKALAN, SJP — Pemandangan tak biasa mewarnai perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. 

Warga rela saling sikut hingga nekat memanjat tiang besi demi berebut unggas hidup mulai dari ayam, bebek, hingga angsa yang digantung di atas tenda acara.

Kegiatan penuh keseruan ini digelar di Kampung Agung, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut kian istimewa karena dirangkaikan langsung dengan kemeriahan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Aksi panjat tiang dan aksi berebut hadiah ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Berbagai barang berderet rapi di atap tenda untuk diperebutkan, seperti buah-banan, makanan ringan, hingga peralatan dapur rumah tangga.

Keseruan makin memuncak saat tuan rumah menebarkan lembaran uang kertas dan koin pecahan Rp 2.000 hingga Rp 10.000 ke tengah kerumunan. Warga pun saling berdesakan mengambil uang diiringi gema selawat yang terus berkumandang.

Puncak riuh pesta rakyat ini ditutup dengan pengundian doorprize utama berupa seekor kambing hidup. Hasbi, warga setempat yang nomor undiannya terpilih keluar sebagai pemenang beruntung.

“Ini merupakan pertama kalinya ada doorprize kambing,” kata Hasbi.

Ia mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa membawa pulang hadiah besar tersebut.

“Nanti kalau tidak dijual, akan saya pelihara,” ujarnya.

Tetua kampung sekaligus tokoh masyarakat setempat, Ustaz Mulyono, menjelaskan bahwa perayaan unik ini merupakan tradisi tahunan yang terus dirawat warga Kampung Agung setiap memasuki bulan Maulid dalam kalender Hijriah.

Menurutnya, tradisi berebut hadiah dan berbagi uang ini merupakan manifestasi kegembiraan warga sekaligus sarana untuk bersedekah.

“Semoga kelak di hari akhirat kita mendapat syafaat dari Rasulullah. Selain itu, melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita bisa mengenang perjuangan beliau,” ujar Mulyono.

Mulyono menambahkan, perpaduan antara tradisi keagamaan dan semangat kemerdekaan ini diharapkan bisa terus mempererat tali silaturahmi serta memupuk rasa kebersamaan antarwarga.

“Semoga kita menjadi anak bangsa yang unggul, diberkahi Allah Swt, serta dapat mengisi kemerdekaan untuk mengharumkan Islam dan negara,” katanya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>