MOJOKERTO, SJP — Misteri di balik penemuan jasad bayi laki-laki yang terkubur dalam bungkusan kaos di pekarangan rumah warga Kutorejo mulai terkuak.
Tim kedokteran forensik memastikan bahwa bayi mungil tersebut sebenarnya terlahir selamat dan bernapas, sebelum akhirnya nyawanya direnggut secara paksa lewat tindakan pembekapan yang disengaja.
Fakta ini terungkap setelah Satreskrim Polres Mojokerto menerima laporan resmi hasil pemeriksaan medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Porong, Sidoarjo, pada Selasa (11/8/2026).
Hasil autopsi menunjukkan bukti kuat bahwa korban sebenarnya sempat merasakan kehidupan di luar kandungan. Bayi berbobot 2,5 kilogram dengan usia kandungan sekitar 8 bulan tersebut dilahirkan dalam keadaan bernapas normal.
Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan, membeberkan bahwa kematian korban bukan disebabkan oleh kelainan organ atau komplikasi persalinan, melainkan akibat jalur pernapasan yang tertutup secara paksa.
“Dari hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Porong, Kabupaten Sidoarjo, diperkirakan umur bayi 8 bulan, pada saat lahir masih dalam kondisi hidup,” katanya pada Rabu (12/8/2026).
Pemeriksaan bagian organ pernapasan mencatat adanya sumbatan fatal pada area vital tubuh bayi yang masih sangat rentan tersebut.
“Diduga tertutupnya saluran hidung maupun mulut akibat faktor kesengajaan. Penyebab kematiannya karena ada indikasi dibekap, jadi kesulitan bernapas,” jelas dia.
Temuan ini bermula pada Ahad (9/8/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB di Dusun Jatisari, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Pemilik rumah yang hendak beraktivitas di area samping rumahnya merasa curiga melihat ada gundukan tanah segar yang tak biasa di dekat sumur.
Rasa penasaran memicu pemilik rumah untuk menggali gundukan tersebut. Betapa terkejutnya ia saat cangkulnya menyentuh balutan kain kaos, yang di dalamnya berisi jasad bayi laki-laki dengan kondisi tali pusat atau ari-ari yang masih melekat utuh. Sontak, kabar ini menggemparkan seluruh warga sekitar dan langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Meski indikasi pembunuhan sudah menguat lewat hasil pemeriksaan forensik, kepolisian menegaskan bahwa temuan medis ini masih merupakan petunjuk awal untuk merangkai jalannya peristiwa pidana.
Saat ini, tim penyidik Satreskrim Polres Mojokerto tengah menyisir berbagai petunjuk di lapangan demi mengidentifikasi sosok ibu biologis yang melahirkan bayi tersebut, sekaligus memburu pihak yang bertanggung jawab atas tindakan keji membekap dan mengubur korban secara diam-diam. (*)
Editor: Syaiful Aries