Jelang Muktamar ke&35 NU, Dua Anggota Pesilat Banom NU Meninggal Usai Kegiatan Ijazah Kubro di Jombang

JOMBANG, SJP – Jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, berita duka datang dari organisasi perguruan silat Badan Otonom (Banom) NU. 

Dua orang pesilat diketahui meninggal dunia usai kegiatan Ijazah Kubro dan penggemblengan di lahan parkir kegiatan Muktamar NU ke-35, Dusun Gedang, Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang, pada Sabtu (15/8/2026) malam. 

Dua korban meninggal, Inisil AFA asal Kabupaten Tuban dan AJ asal Kabupaten Lamongan. Puluhan lainnya alami luka-luka sebanyak 5 orang dari Kediri, dimana satu diantaranya luka tembak; 4 orang dari Tuban; 3 orang dari Lamongan dan 2 orang dari Nganjuk. 

Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan membenarkan adanya korban jiwa dan alami luka tembak senapan angin. Pihaknya sudah melakukan upaya takziah ke keluarga korban dan melakukan penyelidikan untuk memberikan keadilan bagi korban. 

“Ada yang meninggal dunia, yang adik kita dari Tuban dan Lamongan,” ucap AKBP Ardi Kurniawan kepada wartawan termasuk suarajatimpost, Kamis (20/8/2026).

Termasuk yang terluka, salah satunya kena luka tembak di bagian paha pesilat dari Kediri. Kepolisian sudah koordinasi dengan jajaran Polres Kediri dan sudah melakukan langkah penyelidikan. 

“Berdasarkan hasil penyelidikan kita, itu dari senapan angin. Senapan angin, senapan angin burung itu. Dan kita juga sudah koordinasi kemarin dengan Polres Kediri, yang adik kita di Kediri itu kena senapan angin dan sudah membaik, ya,” imbuhnya. 

Namun Polres Jombang memastikan mereka bukan peserta resmi kegiatan. Jadi, penggembira, mungkin euforia datang tanpa diundang ke Jombang melaksanakan konvoi, sehingga mungkin terjadi miskomunikasi. 

“Nah, ini tetap walaupun sampai dengan hari ini belum ada laporan resminya di Polres Jombang, Polres Jombang berkomitmen dan sungguh-sungguh memberikan keadilan kepada korban untuk mengungkap kasus itu,” tegasnya. 

AKBP Ardi Kurniawan menyampaika secara umum, beberapa kejadian yang terjadi di Jombang dalam beberapa hari terakhir, pihaknya sudah melaksanakan penyidikan dan penyelidikan, baik itu ada yang menjadi korban warga Jombang ataupun dari luar Kabupaten Jombang yang menjadi korban. 

“Dan kita Polres Jombang dan Polsek jajaran berkomitmen untuk sungguh-sungguh berupaya mengungkapkan kasus itu dengan seterang-terangnya guna memberikan keadilan kepada korban yang ditimpa permasalahan ataupun musibah,” tandasnya. 

Sebelumnya, Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rombongan pesilat asal Lamongan dan Tuban menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK) usai menghadiri acara pembekalan pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Tambakberas, Jombang.

Insiden tragis tersebut terjadi di depan pabrik PT Camino, Desa Kedungjati, Kecamatan Kabuh, pada Ahad (16/8/2026) dini hari.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan pesilat dihadang sekelompok orang sesaat setelah meninggalkan lokasi kegiatan. Serangan brutal ini mengakibatkan sejumlah korban mengalami luka-luka dan satu unit sepeda motor hangus terbakar.

Selain perusakan barang, informasi yang beredar di lapangan juga menyebutkan adanya dugaan korban jiwa dalam peristiwa berdarah tersebut.

Kasus kekerasan ini telah resmi dilaporkan ke Polres Jombang dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/293/VIII/2026/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 16 Agustus 2026. Pelapor merupakan seorang pelajar asal Lamongan berinisial MA (18). (*)

Editor : Rizqi Ardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>