JOMBANG, SJP–Dentuman keras disusul asap tebal membubung menjadi ingatan mengerikan bagi para korban selamat dalam kecelakaan maut di Tol Jombang-Mojokerto (Jomo) KM 687+200, yang berlokasi di Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.
Benturan antara Toyota Hiace dan truk bermuatan gipsum pada Jumat (11/9/2026) malam pukul 23.30 WIB tersebut tak hanya merenggut empat nyawa, tetapi juga meninggalkan trauma mendalam bagi penumpang yang selamat.
Salah satu penumpang selamat, Lidia Yustika (28), membeber detik-detik menegangkan saat nyawanya berada di ujung tanduk.
Lidia yang duduk di barisan kedua tepat di tengah belakang pengemudi mengaku tengah tertidur lelap dalam perjalanan dari Surabaya menuju Solo.
“Saya kurang terlalu ingat, karena waktu itu posisi saya sedang tidur. Tapi tiba-tiba saya sadar ada bunyi ‘brek’, terus saya terlempar keluar,” ujar Lidia saat ditemui seusai mendapat penanganan medis di IGD RSUD Jombang, Sabtu (12/9/2026).
Sesaat setelah tubuhnya terhempas ke luar, Lidia menyaksikan gumpalan asap keluar dari celah-celah kendaraan travel yang ditumpanginya. Dalam kondisi panik dan terpukul, ia memaksakan diri merangkak menjauh demi menyelamatkan nyawa.
“Karena saya panik, saya lihat ada asap di mobil. Saya takut itu meledak atau bagaimana. Jadi saya langsung mengeluarkan badan sama mengeluarkan kaki,” tuturnya.
Setelah situasi sedikit terkendali, Lidia baru menyadari betapa dahsyatnya kerusakan yang dialami armada minibus berpenumpang sekitar 10 orang tersebut. Seluruh sisi kiri minibus hancur tak berbentuk akibat menyundul bagian belakang truk.
“Saya cuma ngeh, posisi sebelah kiri itu mobil ringsek semua. Yang saya tahu, korban yang parah semua di sebelah kiri, dari bagian depan kiri sampai kiri belakang,” ungkap Lidia.
Lidia mengaku tidak tahu pasti berapa kecepatan minibus sebelum menghantam truk, sebab ia tertidur sepanjang jalan. Lidia sendiri menumpangi travel tersebut untuk pulang ke rumahnya di Solo.
“Mungkin karena saya tidur, jadi saya tidak terlalu ngeh. Saya ngehnya tiba-tiba ‘brek’, terus habis itu langsung terlempar keluar,” tambahnya.
Dampak benturan keras tersebut membuat RSUD Jombang menerima belasan korban untuk penanganan medis darurat dan perawatan jenazah.
Kepala Seksi Keperawatan RSUD Jombang, Seputro Edi, memaparkan rincian penanganan seluruh korban dari tragedi tol tersebut. “Yang dibawa ke IGD ada tujuh. Dua dirawat, satu dengan cedera otak dan satu dengan patah tulang kaki. Kemudian yang lima rawat jalan dan sudah diantar oleh travel ke alamat masing-masing,” jelas dia.
Edi menjelaskan, korban dengan luka berat kini harus mendapatkan perawatan intensif di ruang khusus rumah sakit.
“Untuk korban cedera kepala, saat ini sudah dirawat inap di ruang HCU. Sudah dilakukan semua pemeriksaan termasuk scan dan lain-lain, dan didiagnosa dari dokter memang cedera otak,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk satu korban lainnya yang menderita patah tulang pada bagian kaki, pihak tim medis RSUD Jombang telah menjadwalkan tindakan bedah pascapemeriksaan rontgen.
“Untuk yang patah tulang, ini juga masih di IGD masuk proses penanganan, sudah dilakukan foto dan lain-lawan. Insyaallah nanti tindakannya operasi,” imbuh dia.
Selain tujuh korban luka yang ditangani di IGD, Seputro menambahkan bahwa empat korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut ini telah dievakuasi ke kamar jenazah.
“Empat korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut telah berada di ruang forensik RSUD Jombang,” pungkasnya. (**)
Editor: Syaiful Aries