​Kunjungi Festival Mbois 11, Menpora Saksikan Geliat Kebangkitan Tinju Kota Malang

MALANG, SJP – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melihat langsung geliat olahraga tinju Kota Malang saat mengunjungi kawasan Malang Sportainment dalam rangkaian Festival Mbois 11 “Malang Menyala” di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (23/8/2026) petang.

Erick disambut Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Malang Muhammad Anas Muttaqien, tokoh tinju Malang Raya Sam Ade “d’Kross” Herawanto serta sejumlah insan tinju lainnya. Ia kemudian menyaksikan laga ekshibisi yang mempertemukan sejumlah petinju, termasuk dua petinju perempuan.

“Ayo para petinju kumpul di sini,” ajak Erick setelah melihat langsung pertandingan.

Dalam kesempatan itu, Erick juga berbincang dengan Anas dan Sam Ade terkait perkembangan tinju di Kota Malang. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari semarak Festival Mbois 11 yang menghadirkan beragam kegiatan olahraga dan UMKM.

Geliat tinju tersebut ditandai dengan digelarnya Tinju Exhibition & Sparing Day bertajuk “Malang The Glory Land” di lapangan luar Stadion Gajayana. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu mempertemukan atlet dari sejumlah sasana di Malang.

Ketua Pertina Kota Malang Muhammad Anas Muttaqien mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk kembali menumbuhkan atmosfer tinju di Kota Malang yang pernah dikenal sebagai salah satu barometer tinju nasional.

“Jadi hari ini kami Pertina bersama senior-senior insan tinju Kota Malang turut meramaikan gelaran event Festival Mbois. Kita mengadakan ekshibisi tinju amatir, sasana-sasana di Malang kita undang, kita ajak sparing,” ujar Anas.

Menurutnya, sekitar 26 atlet ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang ekshibisi, kegiatan itu sekaligus menjadi sarana silaturahmi antarinsan tinju serta pemetaan potensi atlet yang ada di Kota Malang.

“Ya harapannya ini menjadi momentum awal untuk menumbuhkan kembali spirit, semangat, atmosfer tinju di Kota Malang yang sudah pernah menjadi barometer nasional,” imbuhnya.

Anas menyebut, kebangkitan tinju juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Pertina Kota Malang mulai melakukan penguatan organisasi, termasuk mendata kembali sasana dan potensi atlet yang ada.

“Ini kan warming up, pemanasan, kita gairahkan lagi. Nanti harapannya di Porprov 2027 kita bisa siap dan meraih medali di sana mewakili Kota Malang,” katanya.

Ia menambahkan, regenerasi menjadi salah satu perhatian Pertina. Menurutnya, tren hidup sehat di kalangan anak muda bisa diarahkan pada kegiatan olahraga positif, termasuk tinju.

“Nah, bibit-bibit muda, anak-anak muda di Kota Malang ini kan sekarang trennya hidup sehat. Kita ingin mengarahkan kegiatan-kegiatan positif, salah satunya ya tinju ini. Kita ingin mentabulasi juga potensi-potensi yang ada di Kota Malang,” jelasnya.

Pertina juga menyiapkan agenda lanjutan. Anas menyebut rencananya pada Oktober 2026 akan digelar Wali Kota Cup sekaligus pengukuhan kepengurusan baru.

Sementara itu, Sam Ade “d’Kross” Herawanto mengatakan, kebangkitan tinju Kota Malang membutuhkan kolaborasi antara sektor amatir dan profesional. Ia menilai momentum kepengurusan baru Pertina menjadi kesempatan untuk kembali menyatukan kekuatan insan tinju.

“Karena momentumnya dengan Pertina ada darah baru. Kami termasuk turun lagi ke KTI profesional sambil menyiapkan regenerasi,” ujar Sam Ade.

Menurutnya, perkembangan olahraga tarung di kalangan anak muda juga perlu mendapat wadah dan regulasi yang jelas. Ia menyebut sejumlah tren seperti combat sport, street boxing hingga open fight perlu diarahkan melalui wadah resmi dengan dukungan wasit dan hakim bersertifikat.

“Nanti kami kolaborasi dengan Sam Anas untuk menampung adik-adik supaya minimal ada regulasi yang melindungi, wasit yang sudah punya sertifikat, hakim juga,” terangnya.

Sam Ade sendiri dipercaya menjadi Ketua Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kota Malang setelah sebelumnya organisasi tersebut lama tidak aktif. Bersama Pertina, ia berharap pembinaan atlet dapat berjalan berkesinambungan dari level amatir menuju profesional.

Ia bukan nama baru dalam perjalanan tinju Malang Raya. Sejak 2002, Sam Ade telah aktif membangun ekosistem tinju melalui berbagai kegiatan dan kemudian mendirikan d’Kross Boxing Camp pada 2008.

Dari sasana tersebut lahir sejumlah petinju yang mengukir prestasi, termasuk Hero Tito dan Rivo Rengkung yang pernah mengamankan gelar juara dunia versi World Professional Boxing Federation (WPBF) di Timor Leste.

Sam Ade mengatakan, cita-citanya sejak awal adalah mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti era 1970-an hingga 1980-an.

“Tujuan awalnya, saya hanya ingin mengembalikan kejayaan tinju Malang seperti era 70-80-an. Semua ini berangkat dari rasa keprihatinan akan terpuruknya olahraga tinju di Malang,” ungkapnya.

Kini, dengan hadirnya kepengurusan baru Pertina dan kembali bergeraknya KTI, ia berharap regenerasi menjadi fondasi untuk mengembalikan Malang sebagai salah satu kekuatan tinju nasional.

Festival Mbois 11 “Malang Menyala” pun menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kembali para insan tinju, atlet, sasana dan masyarakat dalam satu momentum olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>