KOTA MOJOKERTO, SJP — Sebanyak 32 pelajar SMP asal Kota Mojokerto resmi bertolak menuju Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, untuk berlaga di ajang Jambore Nasional XII. Keberangkatan rombongan ini dilepas langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, di Taman Bahari Majapahit (TBM), Selasa (11/8/2026) malam.
Di hadapan para anggota muda tersebut, Wali Kota yang karib disapa Ning Ita ini menekankan agar Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan luar ruangan biasa. Ia menantang anggota Pramuka untuk tampil sebagai kelompok terdepan dalam aksi kemanusiaan, kepedulian sosial, hingga penguasaan teknologi.
Berada di arena perkemahan tingkat nasional artinya akan bertemu dengan ribuan peserta lain dari seluruh penjuru Indonesia. Situasi ini dinilai menjadi ujian nyata bagi karakter anak-anak muda Mojokerto dalam berinteraksi dan menjaga keharmonisan.
Sikap dan perilaku para peserta di Cibubur akan langsung menjadi cermin wajah Kota Mojokerto di mata daerah lain. Karena itu, perwakilan yang dikirim dituntut menjaga integritas serta nama baik daerah selama kegiatan berlangsung.
“Jagalah nama baik kota kita, daerah kita. Karena kalian di sana akan bertemu dengan teman-teman kalian dari berbagai daerah seluruh Indonesia. Maka sikap perilaku kalian akan mencerminkan baik atau buruknya nama Kota Mojokerto,” pesan Ning Ita saat memberikan arahan.
Selain membawa nama daerah, ajang lima tahunan ini diharapkan menjadi wadah memperluas jaringan persaudaraan tanpa memandang perbedaan asal-usul.
Pelepasan kontingen ini sengaja digelar bertepatan dengan Upacara Ulang Janji Hari Pramuka ke-65. Pemilihan momen ini bertujuan agar prosesi pelepasan tidak terasa sebatas seremonial rutin, melainkan menjadi pengingat atas janji pengabdian para anggota Pramuka kepada masyarakat.
Ning Ita menegaskan bahwa perjalanan panjang kepramukaan selama 65 tahun telah membuktikan perannya dalam membentuk anak muda yang disiplin dan patriotik. Namun, tantangan zaman menuntut kontribusi yang lebih nyata dan relevan dengan perkembangan teknologi.
“Ulang janji bukan sekedar tradisi tahunan. Di bawah naungan semangat Dasa Dharma dan Trisatya, kita menundukkan kepala untuk merenungkan kembali komitmen kesetiaan dan bakti kita kepada bangsa, negara,” tuturnya.
Ia menambahkan agar nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi utama meski anak-anak muda kini berhadapan dengan era digital.
“Mari kita hadirkan Pramuka sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pelopor kemajuan teknologi namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara di Jakarta, Kota Mojokerto memberangkatkan total 40 orang dalam rombongan ini, dengan rincian peserta utama 32 siswa-siswi tingkat SMP (Pramuka Penggalang) dan 8 orang tim pendukung yang terdiri dari Pimpinan Kontingen Cabang, Pembina Pendamping, dan anggota Dewan Kerja Cabang (DKC)
Seluruh peserta diimbau untuk terus menjaga stamina, keselamatan, dan kekompakan tim selama berkemah. Penyiapan kontingen ini juga mendapat dukungan penuh dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Mojokerto, para pelatih, serta jajaran orang tua siswa. (Adv-Kom)
Editor: Syaiful Aries