GRESIK, SJP – Pasar Djadoel Grissee kembali menghadirkan nuansa nostalgia bagi para pencinta kuliner tempo dulu. Bertempat di Atrium Gressmall, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, ajang tahunan ini berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (23/8/2026).
Beragam jajanan langka khas Gresik tersaji di sini, mulai dari Jongkong Kowi, Leket Jagung, Putri Mandi, Bikang Siram, Arang-Arang Kambang, Pindang Bentoel, Kupat Ketheg, Bonggolan, hingga Bongko Kopyor. Tak ketinggalan, hidangan berat legendaris seperti Sego Mener, Karak Tempe, Gule Obos, dan Harisah turut memanjakan lidah pengunjung.
Untuk penawar dahaga, pengunjung dapat menikmati minuman tradisional seperti Es Dawet Siwalan, Es Legen, Pokak Giri, hingga Es Puter Nostalgia, lengkap dengan aneka pilihan kerupuk dan keripik khas daerah.
Atmosfer jadul kian kental dengan desain stan berbahan bambu dan atap jerami di dalam area mal, dihiasi hiasan khas Damar Kurung. Menariknya, sistem transaksi menggunakan koin khusus yang wajib ditukarkan di stan penukaran uang persis di samping gapura masuk.
“Pasar Djadoel bukan sekadar menghadirkan makanan tradisional, tetapi menjadi bagian dari upaya untuk menjaga cerita, rasa, dan budaya Gresik agar tetap dikenal oleh generasi sekarang dan generasi berikutnya,” kata General Manager Gressmall Erich Bangun, Sabtu (22/8/2026).
Erich mengatakan, melalui event ini, pihak penyelenggara ingin pengunjung merasakan kembali suasana tempo dulu sekaligus mengenali kekayaan kuliner khas daerah. Ia menyebut, event ini merupakan hasil kolaborasi bersama Omah Dhuafa yang menjaring pedagang aktif namun belum punya lapak permanen.
Sementara itu, salah satu pengunjung Pasar Djadoel, Abraham, mengaku senang bisa bernostalgia kuliner khas Gresik. Menurut dia, kuliner khas Gresik seperti ini memang perlu didukung agar tidak punah.
“Saya paling suka kuliner Gule Obos dan Bongko Kopyor,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian