KOTA BLITAR, SJP – Semangat menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan dan hiasan bernuansa merah putih.
Di Kota Blitar, semangat kemerdekaan juga hadir lewat semangkuk sajian segar yang dijajakan seorang pedagang es pisang.
Dia adalah Ninuk Yuliana (41), pedagang kaki lima di Jalan TGP, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, yang menghadirkan Es Pisang Merah Putih khusus menyambut momentum kemerdekaan.
Menu ini merupakan pengembangan dari es pisang rainbow yang biasa dijual Ninuk. Jika sebelumnya ia menggunakan aneka warna, kali ini sajian dibuat dengan dominasi merah dan putih agar semakin kental dengan nuansa perayaan kemerdekaan.
Dalam satu porsi, pelanggan bisa menemukan berbagai isian seperti bubur sumsum, mutiara, potongan nangka, dan jagung manis. Semua bahan tersebut dipadukan dengan sirup dan susu sehingga menghasilkan cita rasa manis, gurih, sekaligus menyegarkan.
“Kalau biasanya kami jual es pisang rainbow dengan warna-warni. Khusus untuk memperingati kemerdekaan, kami buat menu merah putih,” kata Ninuk, Ahad (16/8/2026).
Ninuk sengaja membuat menu tersebut hanya dalam waktu terbatas. Es Pisang Merah Putih mulai dijual pada 14 Agustus hingga 17 Agustus 2026.
Setiap harinya, sekitar 75 porsi disiapkan untuk pelanggan. Harganya juga dibuat khusus, yakni Rp17 ribu per porsi. Pembeli mendapatkan bonus satu porsi klepon merah putih dalam paket tersebut.
Harga itu lebih hemat dibandingkan pembelian secara terpisah. Es pisang rainbow yang menjadi menu reguler dijual Rp13 ribu per porsi, sementara klepon dibanderol Rp10 ribu per kemasan.
Selain paket khusus, Ninuk juga memberikan promo bagi pelanggan yang memiliki tanggal lahir bertepatan dengan 17 Agustus.
Menurut Ninuk, kreasi tersebut tidak hanya bertujuan menarik perhatian pembeli. Ia ingin ikut menghadirkan suasana kemerdekaan melalui produk yang sehari-hari dekat dengan masyarakat.
“Bahannya sama seperti biasanya, hanya dibuat khusus dengan warna merah putih untuk memperingati kemerdekaan,” ujarnya.
Usaha es pisang tersebut baru dirintis Ninuk bersama sang suami sekitar dua bulan terakhir. Untuk memperkenalkan produknya, keduanya memanfaatkan media sosial, termasuk TikTok.
Ninuk sesekali melakukan siaran langsung untuk memperkenalkan menu, berinteraksi dengan calon pembeli, sekaligus menyampaikan promo yang sedang berlangsung.
“Kami dari awal menggunakan media sosial untuk berjualan. Pengaruhnya memang sangat besar, jadi kami kadang live TikTok untuk menarik pelanggan dan menyampaikan promo,” imbuhnya.
Melalui semangkuk Es Pisang Merah Putih, Ninuk berharap momentum kemerdekaan Indonesia ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga membawa peluang bagi pelaku usaha kecil untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan usahanya. (*)
Editor: Danu