MALANG, SJP–Tanaman sereh yang biasa dipakai untuk bumbu dapur kini disulap menjadi pembersih lantai berdaya jual tinggi. Inovasi ini diperkenalkan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) saat menggelar pelatihan di SMK Diponegoro Tumpang, Kabupaten Malang, pada Kamis (30/7/2026).
Program ini bertujuan membekali para siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan keterampilan teknologi tepat guna, sekaligus memicu jiwa wirausaha di lingkungan sekolah.
Ketua Pelaksana PPM Polinema, Drs. Mufid, M.T., memimpin langsung jalannya pendampingan. Ia dibantu oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Drs. Arif Rahman Hakim, M.Si., Nadya Rizkita, S.T., M.T., Ari Susanti, S.T., M.T., dan Dr. Dyah Ratna Wulan, S.Si., M.Si., serta empat mahasiswa yakni Cledyan Basyasyah, Fitri Athaya Nur Azizah, Ricke Dyah Marieta, dan Venus Ramadhani Farichah.
Mufid menjelaskan bahwa pelatihan ini digagas karena masih minimnya pengalaman peserta dalam membuat bahan pembersih secara mandiri. Padahal, pembersih lantai dari ekstrak sereh tidak hanya bisa menghemat biaya kebersihan sekolah, tetapi juga bernilai ekonomis jika dijual.
“Penerapan teknologi tepat guna bukan hanya tentang menghasilkan produk, tetapi juga membangun pemahaman teknis agar peserta mampu memproduksi secara mandiri dengan kualitas yang konsisten,” tegas Mufid.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tes awal (pre-test) untuk mengukur pemahaman dasar peserta. Setelah itu, tim Polinema memberikan materi teori mengenai fungsi bahan kimia, tahapan pencampuran, hingga prosedur keselamatan. Peserta diajarkan pentingnya ketepatan takaran, teknik pengadukan, dan kebersihan alat agar hasil akhir produk berkualitas maksimal.
Antusiasme peserta makin terlihat saat memasuki sesi praktik langsung. Para siswa dan guru mempraktikkan seluruh tahapan pembuatan, mulai dari menimbang bahan dasar, melarutkan surfaktan, mengatur kekentalan, hingga mengemas produk ke dalam botol.
“Mereka terlibat langsung mulai dari menimbang bahan, mengukur cairan, melarutkan surfaktan, mencampur formulasi, mengatur tingkat kekentalan, hingga mengemas produk pembersih lantai yang telah selesai dibuat,” tambah Mufid.
Setelah praktik, peserta mengikuti tes akhir (post-test) dan mengisi kuesioner evaluasi. Tim PPM Polinema juga menyerahkan bantuan alat dan bahan secara simbolis melalui penandatanganan berita acara kepada pihak SMK Diponegoro Tumpang.
Melalui program ini, Polinema menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang aplikatif dan berdampak nyata. Produk pembersih lantai dari sereh ini diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan kebersihan internal sekolah, sekaligus menjadi sarana belajar bisnis bagi siswa, mulai dari menghitung modal, merancang kemasan, hingga menyusun strategi pemasaran sederhana.
Ke depan, pendampingan ini diharapkan dapat terus berlanjut. Keterampilan yang telah didapat para siswa dan guru diharapkan terus diasah dan diwariskan ke angkatan berikutnya, sehingga budaya inovasi dan kemandirian di SMK Diponegoro Tumpang terus terjaga. (***)
Editor: Syaiful Aries