SURABAYA, SJP – GIIAS Surabaya 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi berbagai merek otomotif untuk membawa kendaraan dan teknologi terbaru. Di balik deretan mobil yang dipamerkan, masing-masing brand juga membawa cerita tentang kondisi pasar yang mereka hadapi, termasuk geliat penjualan di Jawa Timur.
Salah satunya ditunjukkan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Di tengah dinamika pasar otomotif yang masih bergerak naik turun, penjualan ritel Suzuki di Jawa Timur justru mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Januari-Juli 2026.
Jawa Timur menjadi kontributor penjualan ritel Suzuki terbesar kedua secara nasional setelah Jabodetabek, dengan porsi mencapai 12 persen dari total penjualan ritel nasional. Penjualan di wilayah ini telah menembus lebih dari 5.000 unit, tumbuh 62 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sales 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Rendy Anggadiputra mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat Jawa Timur terhadap kendaraan masih berkembang. Karakter kebutuhan konsumen di wilayah ini juga dinilai beragam, mulai dari aktivitas usaha dan industri hingga mobilitas keluarga.
“Berkaca dari kinerja periode Januari hingga Juli 2026, penjualan ritel Suzuki di Jawa Timur mencapai lebih dari 5.000 unit, atau tumbuh signifikan sebesar 62% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Rendy, Minggu (30/8/2026).
“Kami juga mendapati bahwa produk Suzuki dinilai cocok untuk keperluan konsumen pada wilayah tersebut,” imbuhnya.
Komposisi penjualan Suzuki di Jawa Timur memberikan gambaran mengenai beragam kebutuhan tersebut. Suzuki New Carry menjadi model dengan kontribusi terbesar, mencapai 55 persen dari penjualan ritel Suzuki di wilayah tersebut.
Besarnya kontribusi kendaraan niaga ringan itu menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan untuk menunjang aktivitas usaha masih menjadi bagian penting dari pasar Jawa Timur. New Carry digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari distribusi barang, perdagangan hingga operasional bisnis.
“Capaian ini disebabkan terus berkembangnya kebutuhan masyarakat setempat terhadap kendaraan,” paparnya.
Di segmen kendaraan penumpang, Suzuki XL7 menjadi model dengan kontribusi 18 persen dan menjadi kendaraan penumpang Suzuki yang paling banyak berkontribusi terhadap penjualan di Jawa Timur.
Sementara Suzuki Fronx menyumbang 16 persen. Dua model tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pasar tidak hanya berasal dari kendaraan untuk aktivitas usaha, tetapi juga mobilitas keluarga dan kendaraan dengan karakter SUV maupun crossover.
Ketiga model tersebut sekaligus menjadi bagian dari cerita Suzuki ketika hadir di GIIAS Surabaya 2026. Pameran yang berlangsung di Grand City Convex pada 26-30 Agustus itu menjadi momentum bagi berbagai merek untuk memperlihatkan bagaimana mereka membaca kebutuhan konsumen di pasar daerah.
Kehadiran berbagai merek dalam GIIAS Surabaya memperlihatkan bahwa pameran otomotif tidak hanya berbicara mengenai siapa yang membawa kendaraan paling baru atau teknologi paling canggih.
Di balik setiap booth, terdapat strategi masing-masing merek untuk mempertahankan sekaligus memperluas pasar. Bagi Suzuki, Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan pertumbuhan paling signifikan dalam tujuh bulan pertama 2026. (**)
Editor: Danu