Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo Tegaskan Keracunan Santri Berasal dari SPPG, Bukan Dapur Pesantren

SIDOARJO, SJP — Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, memberikan klarifikasi resmi terkait insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah santri usai mengonsumsi menu program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Pengelola memastikan seluruh santri yang bergejala telah mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan kondisinya kini stabil.

Ketua Asrama Putra Ponpes Manba’ul Hikam, Ferdiansyah, menegaskan bahwa sumber hidangan yang memicu gangguan kesehatan tersebut murni berasal dari pihak penyedia luar, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulangan, Sidoarjo, bukan dari dapur internal pesantren.

“Ini murni dari kesalahan dari SPPG. Tidak makanan dari pesantren, nggih. Harus ditindaklanjuti. Ini makanan yang dari MBG,” ujar Ferdi. 

Gejala keracunan mulai terdeteksi pasca-kegiatan shalat Asar, tepatnya saat para santri mengikuti jam pelajaran pertama sekitar pukul 16.00 WIB. Laporan keluhan kesehatan dari para santri dari jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) maupun Madrasah Aliyah (MA) mulai meningkat signifikan tak lama kemudian.

“Baru terdeteksi, kami terdeteksi ini mulai 16.20 WIB. 16.20 WIB sudah banyak yang melapor ke UKS masing-masing unit MA, MTs… yang mendapatkan MBG ini yang sekolah formal,” kata Ferdi.

Para santri yang mengeluhkan gejala langsung dievakuasi ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat. Ferdiansyah mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah ditangani sesuai standar medis.

“Alhamdulillah sebagian sudah tertangani… Semua sudah tertangani standar dari semua RS, semua alhamdulillah dapat penanganan terbaik,” lanjutnya.

Seiring beredarnya berbagai spekulasi di masyarakat, pihak pengasuh Ponpes Manba’ul Hikam mengeluarkan pernyataan resmi tertulis untuk meluruskan kabar miring. Pihak pesantren secara tegas membantah isu adanya korban jiwa maupun tuduhan bahwa keracunan bersumber dari dapur pondok.

“Terkait dengan berbagai informasi miring yang beredar di luar khususnya kabar bohong mengenai adanya korban jiwa atau tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok, kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” tulis manajemen Ponpes Manba’ul Hikam dalam rilis resminya.

Saat ini, sebagian besar santri yang sempat dirawat telah kembali ke lingkungan pesantren dalam kondisi sehat dan stabil. Sementara itu, beberapa santri lainnya masih menjalani pemantauan pemulihan tahap akhir.

Pihak pesantren mengimbau kepada seluruh wali santri dan masyarakat luas agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi yang beredar, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi kebenarannya. Informasi tepercaya mengenai perkembangan kondisi santri dapat diakses langsung melalui saluran pengumuman resmi pengasuh pondok pesantren. (**) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>