Purna Tugas dari PBNU, Gus Yahya Siapkan Langkah Islam Kemanusiaan ke Panggung Dunia

JOMBANG, SJP — Usai masa jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berakhir, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, memilih untuk tidak melambaikan tangan dari panggung pengabdian. 

Tokoh ulama ini justru bersiap melangkah lebih jauh ke kancah internasional dengan memfokuskan seluruh energinya pada gerakan Humanitarian Islam (Islam Kemanusiaan).

Melalui wadah jaringan global yang telah ia rintis, Gus Yahya berkomitmen menjadikan ajaran Islam sebagai pilar utama penyelesaian konflik global dan perajut kerukunan antarperadaban.

Langkah awal purna tugas ini diwujudkan Gus Yahya melalui penguatan sejumlah lembaga keagamaan berskala internasional yang ia dirikan. Dua instrumen utama yang menjadi motor pergerakannya adalah Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama, serta Bayt ar-Rahmah Li ad-Da’wa al-Islamiyah Rahmatan li al-’Alamin yang berbasis di Amerika Serikat.

Melalui Bayt ar-Rahmah, Gus Yahya mengelola sekretariat permanen untuk forum Religion of Twenty (R20) sebuah wadah yang menghimpun para pemimpin agama dari berbagai belahan dunia guna memajukan nilai-nilai kemanusiaan universal.

Gus Yahya menegaskan bahwa gerakan ini bertujuan membangun ruang dialog yang inklusif untuk mempertemukan beragam tradisi keagamaan dalam merespons tantangan zaman.

“Saya akan fokus memperkuat yayasan yang pernah saya dirikan di pergerakan global forum Religion of Twenty (R20) dan Center for Shared Civilizational Values (CSCV) atau Pusat Nilai-Nilai Peradaban Bersama dan dialog keagamaan,” kata Gus Yahya saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jombang, Senin (31/8/2026).

Meskipun secara formal telah melepaskan pimpinan di struktur PBNU, diplomasi keagamaan yang diusung Gus Yahya tetap menjadi bagian dari penyelarasan nilai-nilai kemanusiaan yang selama ini dibangun bersama Nahdlatul Ulama.

Kerja sama yang telah terjalin antara CSCV, Bayt ar-Rahmah, dan PBNU dalam bidang hubungan internasional terus difokuskan untuk menggaungkan agenda Humanitarian Islam. Melalui forum dialog tingkat tinggi, para pemimpin lintas agama diajak untuk mengedepankan perdamaian serta mencari solusi atas krisis kemanusiaan global. Menurutnya, dialog antarumat beragama adalah sarana vital agar peradaban dunia tidak runtuh oleh perpecahan.

Sebagai wujud konkret dari penguatan jaringan global tersebut, Gus Yahya telah menjadwalkan agenda diplomasi internasional pertamanya dalam waktu dekat. Ia dijadwalkan terbang ke Negeri Paman Sam untuk menemui berbagai tokoh lintas agama dan pemimpin dunia.

Perjalanan diplomasi ini menjadi penanda dimulainya babak baru kiprah Gus Yahya dalam memusatkan perhatian penuh pada misi kemanusiaan di tingkat internasional.

“Desember bertolak ke Amerika untuk serangkaian kunjungan dan dialog dengan sejumlah tokoh antaragama,” pungkas Gus Yahya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>