KEDIRI, SJP–Ada pemandangan menarik dan membanggakan dalam Upacara Peringatan Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Pakaian khas adat Kabupaten Kediri secara mengejutkan mencuri perhatian publik nasional setelah dikenakan oleh selebritas sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Kehadiran Raffi di panggung utama Istana Negara menjadi sorotan publik. Pria berusia 39 tahun tersebut tampil gagah mengenakan busana Wdihan Kadiri Satria, lengkap dengan penutup kepala khas berupa Iket Jayabhaya. Penampilannya kian serasi berdampingan dengan sang istri, Nagita Slavina, yang tampil anggun berbalut kebaya berwarna merah menyala.
Momen berharga tersebut diabadikan langsung melalui unggahan di akun Instagram resmi miliknya, @raffinagita1717. Sontak, penggunaan pakaian adat Nusantara dalam upacara kemerdekaan tersebut tidak hanya menjadi simbol kuat persatuan di tengah keanekaragaman budaya bangsa, tetapi juga melambungkan nama Kabupaten Kediri ke tingkat nasional.
Sorotan nasional ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengaku sangat bangga melihat karya wastra lokal daerahnya berkibar di ajang setingkat upacara kenegaraan di Istana Negara.
“Kami, Pemerintah Kabupaten Kediri menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Raffi Ahmad yang telah berkenan mengenakan pakaian khas Kabupaten Kediri pada upacara 17 Agustus 2026 di Istana Negara,” ujar Mustika.
Mustika menjelaskan bahwa busana Wdihan Kadiri Satria yang dipakai Raffi Ahmad bukanlah pakaian sembarangan. Pakaian ini mencerminkan keagungan, kewibawaan, serta nilai-nilai budaya Kediri yang sangat luhur dan sarat akan makna sejarah.
“Kita berharap ini menginspirasi anak muda Kabupaten Kediri untuk lebih bangga mengenakan pakaian khas daerah,” ungkap Mustika.
Pakaian khas Kabupaten Kediri ini sejatinya memiliki rekam jejak yang cukup panjang. Pakaian adat ini pertama kali diluncurkan secara resmi pada periode pertama kepemimpinan Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana.
Sejak awal diperkenalkan kepada publik, pakaian khas ini selalu menjadi ‘menu wajib’ yang dikenakan dalam setiap momen peringatan hari kemerdekaan di tingkat daerah.
Tradisi tersebut kembali terlihat dalam upacara HUT ke-81 RI yang digelar di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Kabupaten Kediri, pada hari yang sama. Bupati yang akrab disapa Mas Dhito tersebut hadir memimpin upacara dengan mengenakan pakaian khas Kediri, diikuti oleh seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jajaran Forkopimda.
Menariknya, kemeriahan pesta kemerdekaan di tingkat daerah tersebut juga diwarnai oleh kehadiran kedua putri Mas Dhito. Kedua buah hatinya tampak menggemaskan dan cantik berbalut busana khas Kabupaten Kediri, menyempurnakan nuansa kebudayaan lokal di panggung upacara.
Momentum tampilnya Wdihan Kadiri Satria di Istana Negara hingga di pelosok daerah menjadi bukti nyata bahwa pakaian tradisional bisa tampil modern, elegan, dan membanggakan.
Melalui promosi masif yang dilakukan oleh figur-figur publik ternama seperti Raffi Ahmad hingga pejabat daerah, Mustika mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya para pemuda untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya asli Kediri.
“Kita warga Kabupaten Kediri harus bangga, ikut melestarikan dan mengenalkan supaya budaya Kediri semakin dikenal luas,” pungkas Mustika. (**)
Editor: Syaiful Aries