KEDIRI, SJP — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Kediri berlangsung megah sekaligus mendebarkan. Sebuah bendera Merah Putih berukuran raksasa mencapai 45 x 32 meter berhasil dibentangkan di atas tebing curam Tebing Sumbing, kawasan puncak Gunung Kelud.
Aksi ekstrem ini menjadi bukti bahwa kobaran semangat nasionalisme dan keberanian anak muda Kediri mampu menembus batas ketinggian alam.
Dibalik megahnya bendera raksasa yang berkibar di salah satu titik tertinggi Kediri tersebut, terdapat perjuangan keras 25 personel gabungan. Mereka berasal dari komunitas pecinta alam Jagad Pelita Kabupaten Kediri serta atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kediri.
Persiapan intensif telah dimulai sejak sore hari pada 16 Agustus 2026. Persiapan matang menjadi kunci utama mengingat medan teknis panjat tebing yang tergolong ekstrem dan membahayakan keselamatan.
“Tanggal 16 sore bendera mulai ditata. Kemudian tanggal 17 sekitar pukul 6 pagi, bendera sudah mulai naik. Tim (terbagi) di atas delapan orang, terus yang membantu dibawahnya itu delapan, lalu pionernya itu empat. Jadi satu orang memandu beberapa orang lainnya,” kata Ketua FPTI Kabupaten Kediri, Asma Yazid, Selasa (18/8/2026).
Asma membeberkan bahwa medan curam dan tiupan angin kencang di puncak gunung menjadi rintangan paling krusial selama proses pengibaran.
“Tantangan utama medannya pasti. Tidak semua orang bisa. Selain itu juga angin. Bagian tersulit saat kita memasang alat, karena perlu mengebor tebing,” tambahnya.
Meski harus bertaruh nyawa di dinding batu, rasa lelah tim terbayar tuntas saat kain Merah Putih seluas ribuan meter persegi itu berhasil membentang sempurna.
“Ikut berpartisipasi bagi mereka adalah sebuah kebanggaan. Bagi mereka sulit itu, bukan hal mustahil untuk kita perjuangkan bisa mengibarkan bendera di Tebing Sumbing Gunung Kelud,” tegas Asma.
Aksi pengibaran bendera raksasa di Tebing Sumbing menjadi puncak dari rangkaian acara peringatan kemerdekaan di ikon wisata Kediri tersebut. Sejak pagi hari, kawasan wisata ini telah dipadati oleh ratusan orang.
Sebelum upacara khidmat digelar, rangkaian acara dibuka dengan gelaran lari santai lintas alam bertajuk Kelud Flag Summit 2026. Ajang lari ini sukses menyedot perhatian hingga 400 pelari dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, hingga wilayah Keresidenan Kediri.
Usai fun run, upacara peringatan HUT ke-81 RI berlangsung khidmat di kaki gunung. Upacara dihadiri oleh para atlet muda, generasi penerus bangsa, serta jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Pranata, menegaskan bahwa penentuan Gunung Kelud sebagai lokasi pengibaran bendera memiliki makna historis dan kultural yang sangat dalam bagi masyarakat Kediri.
“Gunung Kelud merupakan salah satu simbol alam dan budaya Kediri. Mengibarkan merah putih di puncak Gunung Kelud menjadi bentuk kebanggaan terhadap daerah sekaligus Indonesia,” tuturnya.
Hakim menambahkan, aksi heorik di puncak gunung ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya milik warga perkotaan, tetapi hadir hingga ke pelosok dan puncak tertinggi negeri. Ia berharap momen berharga ini dapat menyulut motivasi para atlet Kediri untuk terus mengukir prestasi.
“Jadikan momentum kemerdekaan ini untuk membangun olahraga prestasi yang semakin maju, melahirkan atlet-atlet berkarakter, berprestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries