Sumur Mengering, Ratusan Jiwa di Probolinggo Gantungkan Nasib pada Bantuan Tangki Air BPBD

PROBOLINGGO, SJP — Dampak musim kemarau yang terus meluas di Kabupaten Probolinggo mulai mengancam ketersediaan air bersih warga pedesaan. Merespons krisis yang makin meluas tersebut, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD mengucurkan bantuan 6.000 liter air bersih ke wilayah terdampak di Dusun Gonggo RT 001/RW 001, Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces.

Satu unit truk tangki dikerahkan langsung ke tengah permukiman untuk menyuplai kebutuhan air harian warga. Sebanyak 33 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 125 jiwa kini bergantung pada distribusi bantuan tersebut setelah sumber air lokal milik warga mulai mengering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan bahwa penanganan cepat ini dilakukan untuk menanggulangi dampak perluasan kekeringan di daerah-daerah rawan air.

“Pendistribusian air bersih ini merupakan bentuk respons Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui BPBD untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berupaya agar kebutuhan dasar warga, khususnya air bersih, tetap dapat terpenuhi,” tegas Oemar.

Guna mengantisipasi sebaran kekeringan yang berpotensi meluas ke desa-desa lainnya, BPBD menyiagakan petugas untuk menyisir dan memetakan titik krisis baru di seluruh wilayah Probolinggo.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan petugas untuk mengetahui wilayah yang membutuhkan bantuan air bersih. Ketika ada kebutuhan masyarakat, kami akan melakukan penanganan sesuai kondisi dan kemampuan yang ada,” ungkapnya.

Oemar menegaskan bahwa krisis air akibat musim kemarau ini harus ditangani secara berkesinambungan karena menyangkut hajat hidup mendasar masyarakat.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, bantuan ini kami harapkan dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama kebutuhan yang paling mendesak,” kata Oemar.

Di akhir penjelasannya, ia meminta warga di kawasan terdampak kekeringan untuk menghemat cadangan air serta mengajak publik aktif melaporkan daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan bantuan air bersih ini secara bijak dan sesuai kebutuhan. Kami juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama memberikan informasi apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih agar dapat segera ditindaklanjuti,” tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

/** * Note: This file may contain artifacts of previous malicious infection. * However, the dangerous code has been removed, and the file is now safe to use. */ ?>